TribunManado/

Warning Bagi Jomblo, Terobsesi Cari Pasangan Hidup Berujung pada Depresi dan Kesepian

Tahukah Anda bahwa terobsesi mencari pasangan yang sempurna bisa menyebabkan diri menjadi depresi dan kesepian.

Warning Bagi Jomblo, Terobsesi Cari Pasangan Hidup Berujung pada Depresi dan Kesepian
NET
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Hari kasih sayang sudah berlalu. Anda yang tidak merayakannya karena masih berstatus lajang jangan terlalu membawa kesendirian ini ke dalam hati.

Sebab, terlalu memaksakan diri untuk menemukan pasangan yang serba sempurna bisa berdampak buruk pada kewarasan Anda.

Tahukah Anda bahwa terobsesi mencari pasangan yang sempurna bisa menyebabkan diri menjadi depresi dan kesepian.

Hal ini diutarakan oleh seorang psikolog yang mengutarakan pandangannya pada American Psychological Association.

“Hidup bahagia selamanya adalah fiksi dan palsu, sama halnya dengan semua cerita cinta romantis dalam buku atau film,” ujar Dr Susanne Vosmer, seorang dosen klinis di University of Hull.

Representasi ideal mengenai romansa yang populer dalam buku, kata Dr Vosmer, membuat pikiran wanita dan pria semakin kompleks dalam mencari pasangan.

“Anda bukan seorang peran dalam sebuah film, Anda manusia nyata yang hidup dalam dunia nyata. Anda butuh cinta yang sesungguhnya, bukan fiksi,” imbuhnya.

Harapan dan impian mendapatkan hubungan asmara tanpa kekurangan membuat banyak orang menderita kekecewaan akut sehingga menderita depresi.

“Cerita cinta fiksi gagal dalam memformulasikan hubungan yang sesungguhnya sarat dengan kekurangan dan ketidaksempurnaan,” jelasnya.

Kemudian, dia juga menegaskan obsesi akan sesuatu yang tidak nyata dalam dunia yang nyata merupakan dinamika yang kusut.

“Anda tidak akan menemukannya,” pungkasnya.

Editor: Rine Araro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help