Tribun Travel

Uji Nyali di Pulau Ribuan Ular, Tersebar Mitos Ular-ular Ini Jelmaan Manusia

Ketika menjejakkan kaki di Pulau Ular, rasa cemas mulai bercampur aduk dengan rasa penasaran.

Uji Nyali di Pulau Ribuan Ular, Tersebar Mitos Ular-ular Ini Jelmaan Manusia
KOMPAS/HERPIN DEWANTO PUTRO
Seekor ular laut belang (Laticauda colubrina) yang menghuni Pulau Ular di Desa Pai, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, Rabu (11/1/2017). Pulau yang berupa batu karang itu merupakan habitat ular-ular laut tersebut. Meski terkenal berbisa dan berbahaya, ular-ular di pulau itu sangat jinak sehingga pulau itu pun menjadi obyek wisata andalan di Kabupaten Bima. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Ular laut yang terkenal berbisa menjadi begitu jinak dan mudah sekali disentuh di Pulau Ular.

Keunikan dan ”keramahan” ular-ular laut inilah yang kemudian menjadi daya tarik utama pulau yang berada di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, tersebut.

Pulau tersebut sebetulnya merupakan sebuah batu karang seluas sekitar 800 meter persegi yang berjarak kurang lebih 500 meter dari bibir pantai di Desa Pai, Kecamatan Wera.

Karena batu karang ini menjadi habitat bagi ratusan, bahkan ribuan ular laut (Laticauda colubrina), warga sekitar menamainya Pulau Ular.

Pada Rabu (11/1/2017) pukul 14.00, suasana pantai di Desa Pai sepi. Hidman (45), nelayan, tersenyum dan menawarkan jasa antar menuju ke Pulau Ular. Ia meminta tarif Rp 10.000 per orang.

”Sepi Pak kalau hari biasa. Kalau hari Minggu atau hari libur bisa ratusan orang yang datang,” katanya.

Belum ada data akurat mengenai jumlah pengunjung karena sejak tahun 1990-an, ketika Pulau Ular menjadi obyek wisata, pengelolaannya dipegang warga sekitar tanpa pembukuan yang rapi.

Meski saat itu gerimis dan awan gelap menggantung di langit, Hidman memastikan kunjungan ke Pulau Ular bisa dilakukan.

Ia pun menyiapkan sebuah perahu motor berkapasitas 15 orang. Nelayan lainnya, Hasan (40), sudah di atas perahu siap mengemudi.

Perjalanan menuju Pulau Ular memakan waktu kurang dari 5 menit. Selama perjalanan itu, wisatawan disuguhi pemandangan Gunung Sangeang di sebelah utara.

Halaman
1234
Editor: Fransiska_Noel
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help