Renungan Minggu

Renungan Minggu: Kebahagiaan

Namun tidak jarang gambaran orang tentang kebahagiaan sangat dangkal dan tidak memadai.

Renungan Minggu: Kebahagiaan
NET
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID -  Apapun keseharian manusia dari anak kecil sampai orang tua, entah itu ke sekolah, ke tempat kerja, mengikuti kegiatan sosial, maupun menjalankan olah spiritual, semuanya bertujuan untuk mendapatkan kebahagiaan.

Namun tidak jarang gambaran orang tentang kebahagiaan sangat dangkal dan tidak memadai.

Kebahagiaan sering berarti tidak ada kesulitan, karena itu orang cenderung menghindari kesulitan atau lari dari masalah, dikira dengan itu persoalan selesai dan merasa tenang.

Kebahagiaan juga sering disamakan dengan kesenangan dan kenikmatan.

Kebahagiaan sebagai komoditi yang dicari dan dibeli adalah wajah kebahagian yang paling dominan pada zaman ini.

Ada yang mencarinya melalui membeli rumah, mobil dan barang‑barang yang mewah. Ada yang mencarinya dalam jabatan, kekayaan, dan popularitas.

Dan sebagaimana dirasakan banyak orang, setiap kebahagiaan yang dicari di luar dan dibeli, bersifat sama, datang dan pergi. Ketika datang, ia membahagiakan sebentar, tatkala menghilang, ia menjadi awal penderitaan.

Dan jadilah kehidupan yang penuh goncangan karena sifat manusia yang terlalu lapar akan kebahagiaan jenis ini.

Bacaan Injil hari ini berbicara tentang Sabda Bahagia Yesus. Kebahagiaan macam apa yang dipikirkan dan ditawarkan Yesus untuk dimiliki oleh para pengikut‑Nya.

Bagi kebanyakan orang, bahagia berarti memiliki apa yang diinginkan, mendapatkan apa yang diidam‑idamkan, dan menikmati nikmatnya dunia ini. Orang lebih mendambakan perasaan bahagia secara lahiriah.

Halaman
123
Editor: Rine Araro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved