Anak Mantan Gubernur Sulut Pertanyakan Dana Pembebasan lahan Waduk Kuwil

Sebulan sudah proyek pembangunan Waduk Kuil Kawangkoan Kecamatan Kalawat Minut dilihat oleh Presiden Joko Widodo.

Anak Mantan Gubernur Sulut Pertanyakan Dana Pembebasan lahan Waduk Kuwil
BERITA MANADO
Taufik Tumbelaka.

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sebulan sudah proyek pembangunan Waduk Kuil Kawangkoan Kecamatan Kalawat Minut dilihat oleh Presiden Joko Widodo.

Tapi ternyata masih menyisahkan masalah dengan pemilik tanah yang dibebaskan.

"Sekitar satu bulan uang pembayaran lahan untuk kami pemilik diserahkan pihak terkait melalui rekening pribadi namun sayang tidak bisa di tarik dan kami tidak bisa bertransaksi dengan rekening pribadi milik kami," keluh Zus Ticoalu melalui putranya Taufik Tumbelaka, Rabu (24/1).

Lanjut keluarga mantan Gubernur Sulut Tumbelaka tanah yang dibeli pemerintah untuk pembangunan waduk kuwil merupakkan warisan dari orang tua sang istri Paul Ticoalu dan Yusteina Rotinsulu mengaku kelimpungan atas kondisi ini. Sejak awal telah mengikuti semua prosedur, dari pembebqdan lahan tahap tahun 2015.

"Pada pembebasan tahap tahun 2016 setelah pelepasan hak, uang ganti rugi tidak dapat diambil dari rekening pribadi tidak dapat diambil. Dan anehnya sampai saat ini tidak ada surat pemberitahuan atau penjelasan dari Pemerintah," kata dia.

Lanjut dia, kalaupun terjadi kesalahan atau kealpaan administrasi seharusnya dapat diperbaiki dalam waktu cepat. Akibat memikirkan rekening pribadi tak bisa gunakan Zus perempuan yang sudah paruh bayah jatuh sakit. "Mama pesan segera selainkan masalah ini," tukasnya.

Menyikapi itu Gubernur Sulut Olly Dondokambey tidak menampik masih banyak persoalan yang terjadi pada penyelesaian proyek waduk kuwil.

"Pemerintah belum bisa melakukan pembebasan lahan sekaligus, yang beres baru di daerah yang akan dikerjakan konstruksi dan daerah genangan menjadi fokus pemerintah," urai Olly usai menghadiri rapat Paripurna Ranperda penyertaan modal ke PT Membangun Sulut Hebat (MSH) Persero di DPRD Sulut, Selasa kemarin.

Mengenai masalah yang dialami pemilik lahan yang sudah mengurus semua administrasi hingga alas hak tanah menjadi milik pemerintah namun belum bisa mencairkan uang di bank menurut Gubernur karena ada masalah gugatan kepemilikan tanah.

"Ada gugatan dari beberapa keluarga, dalam satu bidang lahan ada berapa kakak beradik yang punya beberapa diantaranya merasa belum puas jadi menyurat ke BPN bahwa belum selesai secara kekeluargaan," tukasnya.(crz)

Penulis: Ferdinand_Ranti
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved