Renungan Minggu

Renungan Minggu: Hati Yang Berlimpah Ucapan Syukur

Sesungguhnya, dalam situasi atau keadaan tidak mendukung sama sekali untuk mengucap syukur, terkadang kita melupakan kebaikan Tuhan.

Renungan Minggu: Hati Yang Berlimpah Ucapan Syukur
net
Ilustrasi 

Pdt Anatje Manansang STh

Ketua Wilayah V KGMPI

"Persembahkanlah syukur sebagai korban kepada Allah dan bayarlah nazarmu kepada Yang Mahatinggi!"  Mazmur 50:14

TRIBUNMANADO.CO.ID - Ucapan syukur adalah sebuah kata benda abstrak, yang secara garis besar memiliki makna:  grateful  (berterima kasih kepada Tuhan), pleasing  (menyenangkan Tuhan), atau mindful of benefits (sadar akan kebaikan, hadiah atau pertolongan). 

Sesungguhnya, dalam situasi atau keadaan tidak mendukung sama sekali untuk mengucap syukur, terkadang kita melupakan kebaikan Tuhan dalam kehidupan kita.

Namun, hal ini berbeda dengan yang dilakukan Habakuk, ia tidak dikalahkan oleh keadaan yang ada, ia tetap bisa mengucap syukur, dan inilah yang disebut korban syukur.

Umumnya, saat dalam masalah atau kesesakan, tidak ada korban syukur yang kita persembahkan kepada Tuhan. Tapi yang ada hanyalah sungut‑sungut dan omelan seperti yang biasa dilakukan oleh umat Israel di padang gurun. 

Karena itulah sebagian besar umat Israel mengalami kebinasaan di padang gurun sebelum mencapai Kanaan. 

Mengucap syukur adalah merupakan perintah Tuhan yang harus ditaati. Orang yang mampu mengucap syukur di segala keadaan menandakan ia percaya sepenuhnya kepada Tuhan, dan menyetujui apa pun yang Tuhan rancangkan.

Kita tahu sekarang, bahwa Tuhan turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Halaman
12
Editor: Rine Araro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved