Renungan Minggu

Cinta Kasih Perekat Kerukunan

ADA kata-kata bijak yang isinya kurang lebih begini: "When the power of love overcomes love of power, the world will see peace."

Cinta Kasih Perekat Kerukunan
NET
Ilustrasi 

Cinta Kasih Perekat Kerukunan
(Kolose 3:14)

TRIBUNMANADO.CO.ID -  ADA kata-kata bijak yang isinya kurang lebih begini: "When the power of love overcomes love of power, the world will see peace."

(Bila kekuatan cinta mengatasi cinta akan kekuasaan, maka dunia akan melihat perdamaian).

Sering bicara tentang pentingnya hidup rukun sebagai penampung dan penyalur berkat dari Tuhan, tapi faktor apakah yang membuat kerukunan terbangun? Ya, harus ada pengikatnya. Harus ada perekatnya. Perekat itu adalah "kasih yang mempersatukan dan menyempurnakan" seperti dikatakan dalam bacaan Kolose 3:14.

Kasih atau cinta kasih adalah perekat yang kuat. Dalam kasih ada kuasa. Kuasa itulah yang mengikat dan menyempurnakan kerukunan. Tapi pada pihak lain ada lawan yang kenyataannya cukup tangguh melawan "kekuatan cinta-kasih". Lawan itu adalah cinta akan kekuasaan (love of power).

Ada banyak contoh dalam sejarah. Begitu besar kecintaan Hitler akan kekuasaan, hingga dia merusak kedamaian di dunia. Cinta akan kekuasaan membuat dia tega untuk memusnakahkan ras tertentu (genosida). Cinta akan kuasaanlah yang mencabik-cabik negara Yugoslavia.

Cinta kasih bukan hanya ada dalam ajaran Kristen yang dipercaya sebagai "perintah yang utama" dari Yesus Kristus.

Kalau di antara pemuka dan pemikir agama Islam dan Kristen sepakat untuk menyatakan bahwa cinta-kasih adalah "common word" (Firman bersama), maka pengalaman saya selama dua periode memimpin FKUB Sulut, dalam rangkaian dialog dan diskusi dengan pemuka keenam agama yang ada di Sulut saya berkesimpulan bahwa cinta kasih adalah common word dari keenam agama yang ada di Indonesia.

Itu berarti agama-agama di Indonesia, termasuk kita di Sulut, memiliki common word yaitu cinta kasih. Adalah panggilan dari semua umat beragama untuk mewujudkan cinta kasih sebagai kekuatan yang bisa menaklukan cinta akan kekuasaan.

Dan itulah yang menjadi dasar bagi terbangunnya kehidupan yang rukun dan damai.

Sebab cinta-kasih adalah pengikat yang mempersatukann dann menyempurnakan. Semoga.(*)

Penulis
Pdt Nico Gara

Editor: Rine Araro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved