TribunManado/

Agus Menghafal, Anies Retorika, Mengecewakan! Tak Bisa Jadi Lawan Tangguh Ahok

Dikatakan dia Agus terlihat seperti menjadi penghafal yang baik dan tidak mampu mengeksplorasi gagasan yang genius.

Agus Menghafal, Anies Retorika, Mengecewakan! Tak Bisa Jadi Lawan Tangguh Ahok
KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO
Calon gubernur DKI Jakarta 2017, Agus Harimurti Yudhoyono (kiri) memaparkan visi misi saat debat perdana calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta 2017 yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum Provinsi DKI Jakarta di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (13/1/2017). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Politisi PDI Perjuangan Masinton Pasaribu kecewa kepada calon gubernur nomor urut satu Agus Harimurti Yudhoyono dan calon gubernur nomor urut tiga Anies Rasyid Baswedan.

Kekecewaannya dipicu karena dua calon gubernur DKI tersebut tidak bisa menjadi lawan tangguh bagi Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Hal tersebut diungkapkan Masinton menyikapi debat calon gubernur dan wakil gubernur perdana yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum, Jumat (13/12017) malam.

Bagi Masinton, Agus dan Anies tampil bak penghafal naskah dan penyampai gagasan.

"Hafalan untuk Agus nilai 9, retorika untuk Anies nilai 9, nyaris sempurna," kata Masinton kepada Tribun, usai acara debat di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat (13/1/2017).

Bukan karena PDI Perjuangan mendukung Ahok-Djarot, tapi Masinton dalam kaca mata awam melihat hanya pasangan nomor urut 2 yang berhasil berbicara substansi persoalan.

"Kalau untuk penjelasan kinerja konkret nilai 9 plus untuk Basuki-Djarot," kata Masinton.

Masinton pun melihat Agus tidak tampil menjadi dirinya sendiri.

Dikatakan dia Agus terlihat seperti menjadi penghafal yang baik dan tidak mampu mengeksplorasi gagasan yang genius yang asli darinya sebagai calon pemimpin Jakarta.

Begitu juga dengan Anies Baswedan.

"Pak Anies banyak retorika, mengambang-ambang dan mengawang-awang idenya dan normatif," jelasnya.

Masinton mengingatkan warga Jakarta menunggu dan memilih kandidat yang dapat menjelaskan bagaimana program mereka secara konkrit bukan hafalan atau retorika.

"Publik ingin jawaban yang konkrit, masuk ke substansi persoalan perkotaan Jakarta. Apa yang disampaikan kandidat lain, semuanya menduplikasi apa yang dikerjakan Basuki-Djarot," katanya.

Editor: Fransiska_Noel
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help