Tak Ada Stok Obat Di Puskesmas, Dinkes Mitra 'Cuek'

"Pasien sakit kepala, batuk dan flu berobat di Puskesmas Tombatu. Sudah dua jam menunggu hanya dapat paracetamol."

Tak Ada Stok Obat Di Puskesmas, Dinkes Mitra 'Cuek'
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi obat. 

Liputan Wartawan Tribun Manado, Valdy Vieri Suak

TRIBUNMANADO.CO.ID, RATAHAN - Sistem pelayanan Kesehatan di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) rupanya kurang baik, beberapa Puskesmas menjadi sorotan dari segi pelayanan, Jumat (13/01).

Seperti yang terjadi di Puskesmas Tombatu salah satu pasien yang datang berobat mengelukan pelayanan Puskesmas.

Menurut pasien asal Tombatu yang enggan di korankan namanya bahwa saat berobat pihak Puskesmas hanya memberikan obat penurun panas.

"Pasien sakit kepala, batuk dan flu berobat di Puskesmas Tombatu. Sudah dua jam menunggu hanya dapat paracetamol," katanya.

Menurutnya jika hanya Paracetamol ia bisa saja membelinya di warung.

"Kalau cuman Parasetamol bisa saja beli di warung tidak usa ke Puskesmas," ujarnya.

Ia mengatakan jangan hanya gedung saja yang besar tapi pelayanan kurang memuaskan.

"Apalagi obat yang tidak memadai, apakah stok ketersediaan obat di Dinas Kesehatan sudah habis. Kejadian ini sudah sering dan Dinkes terkesan cuek mengawasi," kesalnya.

Senada juga diungkapkan Lani warga Ratatotok, menurutnya saat berobat di Puskesmas setempat resep yang diberikan tak ada di Puskesmas. "Tampaknya sudah kurang obat, sudah beberapa kali berobat tapi resep yang diberikan dokter kosong," jelasnya.

Ia mengaku bahkan harus keluar kampung untuk mencari resep obat yang diberikan. "Dari Ratatotok saya harus ke Tutuyan Kabupaten Boltim untuk cari resep obat," jelasnya.

Ia pun mengharapkan agar kedepan instansi terkait bisa meningkatkan pelayanan. "Sebaiknya stok obat di Puskesmas harus selalu ada jangan kosong," bebernya.

Sementara itu Sekertaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Agustina Tangian mengatakan bahwa keluhan masyarakat akan segera ditindaklanjuti. "Gudang Farmasi Dinkes tersedia obat-obatan dan ketersediaan obat di Puskesmas yang mengetahuinya pengelola farmasi Puskesmas. Apabila sudah berkurang harus buat permintaan ke farmasi Dinkes," katanya.

Pernyataannya pun menegaskan bahwa kelalaian berada di tangan petugas Farmasi Puskesmas yang tak melapor bahwa stok obat habis.

Ia pun berjanji akan membenahi sistem pelayanan Kesehatan "yang pasti kami sedang benahi untuk kedepan lebih baik, karena kesejahteraan masyarakat di bidang Kesehatan diprioritaskan," tandasnya. (Val)

Penulis: Valdy Suak
Editor: Fransiska_Noel
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help