Berobat ke Puskesmas Hanya Dapat Obat 'Warung'

Miris layanan kesehatan di Kabupaten Minahasa Tenggara. Tidak ada stok obat di puskesmas.

Berobat ke Puskesmas Hanya Dapat Obat 'Warung'
NET
Ilustrasi

TRIBUNMANADO.CO.ID, RATAHAN - Miris layanan kesehatan di Kabupaten Minahasa Tenggara. Tidak ada stok obat di puskesmas. Pasien yang berobat di puskesmas hanya mendapatkan paracetamol.
Seperti yang terjadi di Puskesmas Tombatu. Satu pasien yang datang berobat mengelukan pelayanan puskesmas itu.

Menurut pasien asal Tombatu ini. saat dia berobat, pihak puskesmas hanya memberikan obat penurun panas. "Pasien sakit kepala, batuk dan flu berobat di Puskesmas Tombatu. Sudah dua jam menunggu hanya dapat paracetamol," katanya.
Menurut dia, jika hanya Paracetamol ia bisa saja membelinya di warung. "Kalau cuma Parasetamol bisa saja beli di warung tidak usah ke puskesmas," ujarnya.

Ia mengatakan jangan hanya gedung saja yang besar, tapi pelayanan kurang memuaskan. "Apalagi obat yang tidak memadai, apakah stok ketersediaan obat di Dinas Kesehatan sudah habis. Kejadian ini sudah sering dan Dinkes terkesan cuek mengawasi," kesalnya.

Senada juga diungkapkan Lani, warga Ratatotok. Menurutnya, saat berobat di puskesmas setempat resep yang diberikan tak ada di puskesmas. "Tampaknya sudah kurang obat, sudah beberapa kali berobat tapi resep yang diberikan dokter kosong," katanya.

Ia mengaku bahkan harus keluar kampung untuk mencari resep obat yang diberikan. "Dari Ratatotok saya harus ke Tutuyan Kabupaten Boltim untuk cari resep obat," kata dia.
Ia pun mengharapkan agar ke depan instansi terkait bisa meningkatkan pelayanan. "Sebaiknya stok obat di puskesmas harus selalu ada jangan kosong," bebernya.

Sekertaris Dinas Kesehatan (Dinkes), Agustina Tangian, mengatakan, bahwa keluhan masyarakat akan segera ditindaklanjuti. "Gudang Farmasi Dinkes tersedia obat-obatan dan ketersediaan obat di puskesmas yang mengetahuinya pengelola farmasi puskesmas. Apabila sudah berkurang harus buat permintaan ke Farmasi Dinkes," katanya.

Pernyataannya pun menegaskan bahwa kelalaian berada di tangan petugas Farmasi Puskesmas yang tak melapor bahwa stok obat habis.
Ia pun berjanji akan membenahi sistem pelayanan kesehatan. "Yang pasti kami sedang benahi untuk ke depan lebih baik, karena kesejahteraan masyarakat di bidang kesehatan diprioritaskan," katanya. *

STORY HIGHLIGHTS
* Pasien sakit kepala, batuk dan flu berobat di Puskesmas Tombatu. Sudah dua jam menunggu hanya dapat paracetamol
* Jangan hanya gedung saja yang besar, tapi pelayanan kurang memuaskan
* Sudah beberapa kali berobat tapi resep yang diberikan dokter kosong

Penulis: Valdy Suak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help