20 Mahasiswa Amerika Serikat Kunjungi Kantor CTI

Keindahan pulau Bunaken menjadi alasan 20 mahasiswa pasca sarjana Universitas Maryland, Amerika Serikat datang ke Sulawesi Utara,, Selasa (10/1).

20 Mahasiswa Amerika Serikat Kunjungi Kantor CTI
TRIBUNMANADO/FRANSISKA NOEL
Pulau Bunaken dan Manado Tua dilihat dari atas Bukit Tumpa Manado Utara. Kota Manado memiliki keindahan alam luar biasa sehingga masuk dalam daftar 10 pulau favorit di kawasan Asia Tenggara dan Pasifik. (TRIBUNMANADO/FRANSISKA NOEL) 

TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO - Keindahan pulau Bunaken menjadi alasan 20 mahasiswa pasca sarjana Universitas Maryland, Amerika Serikat datang ke Sulawesi Utara,, Selasa (10/1).

Penampilan mereka yang casual dan santai membuat 20 mahasiswa lebih leluasa untuk keliling Kota Manado mengunakan mobil, Mulai dari Gedung CTI di Kairagi sampai ke Kampus Unsrat Manado.

"Salah Satu yang mendorong kami ingin mengunjungi Sulawesi Utara khususnya Manado adalah keindahan taman laut Bunaken yang terkenal di Dunia. Serta Manado ibukota Coral Triangle Intiative," ujar pimpinan rombongan pasca sarjana Universitas Maryland Prof. Thomas Hilde di CTI Jalan AA Maramis, Kairagi.

Kata dia, ini kali keduanya datang ke Manado, pertama bersama Istri dan kedua bersama rombongan mahasiswa.

"Memang sudah enam tahun lalu, saya baru datang lagi, suasana bawah laut terumbu karang, rumput laut tak berubah keindahannya," ujar Prof Universitas Maryland ini.

Ia menambahkan, sudah berada di Indonesia sejak 30 Desember 2016 -21 Januari 2017. Kami akan berkunjung ke Bali, Sulawesi Utara, Sumatera Utara, Jakarta dan Bogor.

Selain itu Prof memberi masukan ke CTI-CFF tentang kebijakan konservasi perikanan, dan ketahanan pangan yang sejauh ini telah dijalangkan oleh CTI-CFF. Katanya lagi bukan saja Bunaken yang dikunjungi tetapi taman nasional Tangkoko di Batuangus Bitung.

Hal yang sama di ungkapkan  mahasiswa pasca sarjana jurusan kebijakan lingkungan, Maryland Louisa W. Olson mengatakan, salah satu tujuan utama dirinya berkunjung ke Indonesia dalam program ini.

"Ingin melihat secara langsung tentang daya tahan masyarakat dan lingkungan dalam menghadapi perubahan iklim serta hal apa yang harus disiapkan untuk mengatasinya," ujar Louisa W Olson.

Sementara Program Manager CTI-CFF Dr Muhammad Lukman mengatakan keanegaragaman hayati yang ada di dalam kawasan segitiga karang, menjadi tantangan dan peluang yang akan di hadapi.

"Isu-isu lingkungan yakni pemanasan global dan kehidupan di bawah laut," ujar Muhammad Lukman.

Lanjut dia, keanggotaan CTI-CFF terdiri dari Indonesia, Malaysia, Papua Nugini, Filipina, Solomon Island dan Timor-Leste serta berbagai forum regional dan Internasional.

"Maka mendapat perhatian khusus dari Perguruan tinggi di Amerika Serikat, sebagai organisasi di bidang konservasi, perikanan dan ketahanan pangan," ujar dia. (Ven)

Penulis: Vendi Lera
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help