Renungan Minggu

Renungan Minggu: Natal Tanpa Kandang

SUDAH menjadi pendapat umum bahwa bayi Yesus dilahirkan di kandang ternak. Dan biasanya teks Lukas 2 dijadikan rujukan kebenaran pendapat ini.

Renungan Minggu: Natal Tanpa Kandang
NET
Ilustrasi 

Pdt David H Tulaar
Pendeta GMIM yang bertugas di Sekretariat Umum Kantor Sinode

TRIBUNMANADO.CO.ID -  SUDAH menjadi pendapat umum bahwa bayi Yesus dilahirkan di kandang ternak. Dan biasanya teks Lukas 2 dijadikan rujukan kebenaran pendapat ini. Tetapi, benarkah teks Lukas 2 mengatakan bahwa bayi Yesus dilahirkan di kandang.

Membaca teliti pengisahan Lukas tentang kelahiran Yesus, tidak sekali pun kata kandang disebutkan. Gambaran kandang di benak pembaca lahir dari asosiasi dua ungkapan dalam kisah ini, yaitu "dibaringkannya di dalam palungan" dan "karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan" (Luk. 2:7).

Karena palungan sebagai tempat makan hewan ternak biasanya ditemukan di kandang, maka lahirlah pandangan bahwa Yesus dilahirkan di kandang. Ditambah lagi ungkapan yang menunjukkan bahwa Yusuf dan Maria tidak mendapat tempat di rumah penginapan, maka wajarlah jika kandang adalah tempat yang tersisa bagi mereka.

Sebenarnya istilah kunci di sini adalah kata Yunani kata luma yang oleh Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) diterjemahkan sebagai rumah penginapan. Dalam Injil Lukas kata kata luma hanya digunakan sebanyak dua kali, yaitu dalam Lukas 2:7 dan Lukas 22:11.

Dalam Luk. 22:11 kata luma merujuk pada ruangan atau kamar di tempat mana perjamuan Paskah hendak diadakan. Di dua konteks ini kataluma berarti ruang atau kamar tamu yang terpisah tapi melekat pada ruang keluarga si penghuni rumah, sesuai gambaran rumah rakyat jelata di daerah Yehuda pada zaman itu.

Terjemahan Alkitab berbahasa Inggris versi NIV edisi 2011, misalnya, telah mengoreksi terjemahan kataluma dengan guest room (kamar tamu). Karena jika penginjil Lukas memang hendak menunjuk pada rumah penginapan, maka ia akan menggunakan kata lain, yaitu pandokheion seperti pada kisah perumpamaan orang Samaria yang murah hati (Luk. 10:30-35; khususnya ayat 34-35).

Kisah Natal yang biasa kita dengar, atau yang sering dilakonkan dalam drama Natal, menggambarkan Maria yang hamil tua, tiba bersama Yusuf, di kota Bethlehem pada malam hari dan kewalahan mencari rumah penginapan.

Akhirnya, karena semua rumah penginapan penuh, ada pemilik penginapan yang menawarkan kandang domba bagi mereka. Di situlah mereka menginap dan pada malam itu juga, di kandang domba itu, bayi Yesus dilahirkan. Begitu lazimnya struktur cerita yang kita dengar atau saksikan.

Namun demikian, ada aspek yang sering diabaikan dalam penceritaan ulang kisah Natal menurut Injil Lukas ini.
Menurut Lukas, Yusuf datang bersama Maria ke Bethlehem untuk mengikuti sensus penduduk di kota asalnya.

Halaman
123
Editor: Rine Araro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved