TribunManado/

Umat Katolik Masuk Minggu Adven Ketiga

Minggu (11/12), lilin minggu Adven ketiga sudah dinyalakan di gereja katolik Santo Fransiskus Xaverius Maumbi, Minahasa Utara.

Umat Katolik Masuk Minggu Adven Ketiga

TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO-Minggu (11/12), lilin minggu Adven ketiga sudah dinyalakan di gereja katolik Santo Fransiskus Xaverius Maumbi, Minahasa Utara. Berbeda dengan ketiga lilin lain yang berwarna ungu, lilin ini berwarna merah muda.

Warna Merah Muda itu bukan tanpa makna. Minggu ketiga Adven bagi Umat Katolik disebut Minggu Gaudete atau Minggu Bersukacitalah (diambil dari kata awal antifon pembukaan misa). Merah Muda menjadi lambang kegembiraan. Minggu ini mengingatkan masa Adven akan segera berakhir dan pesta kedatangan Yesus Kristus sudah semakin mendekat

Pastor Yonas Atjas, pelayan misa mengatakan semua tradisi Adven di dalam Gereja Katolik sebenarnya berlangsung secara alami menghantar orang pada perenungan kehidupan Yesus. Bacaan-bacaan seperti Yesaya, Matius dan Lukas yang pemakaiannya untuk Masa Adven dimulai lebih dahulu oleh Gereja Katolik sejak "awal-awal kekristenan" bermaksud menghantar umat pada perenungan persiapan menyambut "kelahiran anak" (Yesus).

"Adven natural. Itu tidak dibuat-buat," katanya.

Ia lalu merumuskan keempat bacaan Injil dalam keempat Masa Adven dalam empat kata. Kata-kata itu ialah hope (pengharapan), peace (damai), joy (kegembiraan) dan love (cinta).

"Saya hadirkan pengalaman menikah dan sang ibu lalu berkata saya hamil, ibu dan bapak akan berharap mudah-mudahan itu menjadi kenyataan. Gereja menghadirkan bacaan-bacaan di minggu pertama tentang pengharapan dan tanpa pengharapan tidak ada apapun," katanya.

Dalam kehidupan ibu hamil katanya sang ibu akan memeriksakan diri. Hasil yang baik akan membuat keluarga merasa lega dan damai.

"Bacaan minggu lalu (minggu Adven kedua) berbicara tentang kedamaian. Tuhan minta luruskan jalan bagi Tuhan, jalan antar hati, jalan menuju ke surga," katanya.

Semakin mendekat kelahiran anak katanya keluarga semakin bergembira. Semua menunggu dengan semangat Adven (penantian) tulen.

"Karena sudah ada damai dan sukacita, ibu dan bapak misalnya akan mulai membeli baju. Mereka akan bersukacita seperti lima gadis bijaksana yang bersiap-siap dibandingkan lima gadis bodoh," ujarnya.

Ia mengatakan ketika bayi akan segera dilahirkan cinta akan semakin bertumbuh. Keluarga akan semakin saling menyayangi.

"Itu mengapa dalam minggu Adven keempat, bacaan-bacaannya tentang cinta. Keempat masa Adven secara alami mau membantu umat menghayati persiapan menantikan kelahiran Yesus Kristus," katanya.

Minggu ketiga Adven katanya sungguh-sungguh memberikan kegembiraan. Dalam Bacaan Injil, Yesus memberikan identitas dirinya sebagai Mesias ketika ditanya Yohanes Pembabtis.

"Tuhan semakin membuka mata kita, membuka telinga kita bahwa Ia akan segera datang dengan sorak-sorai. Ini sungguh-sungguh sebuah rahmat dan semoga Roh Kudus membantu kita mendapatkan rahmat keselamatan yang berasal dari Tuhan," katanya. (Dma)

Penulis: David_Manewus
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help