Tribun Manado Travel

Menanti Kabut Sirna di Atas Puncak Bukit Pusunge Sangihe

EMBUSAN udara dingin dan rintik hujan menyambut perjalanan Tribun Manado ke puncak Bukit Pusunge pada akhir pekan lalu.

Menanti Kabut Sirna di Atas Puncak Bukit Pusunge Sangihe
TRIBUNMANADO/RYO NOOR
Kota Tahuna dilihat dari puncak Bukit Pusunge 

Laporan wartawan Tribun Manado Ryo Noor

TRIBUNMANADO.CO.ID, TAHUNA -  EMBUSAN udara dingin dan rintik hujan menyambut perjalanan Tribun Manado ke puncak Bukit Pusunge pada akhir pekan lalu.

Di atas ketinggian 550 meter dari permukaan laut di Pulau Sangihe itu hamparan kabut tebal menyelimuti puncak bukit yang terletak Desa Pusunge, Kecamatan Tabutan Utara, Kabupaten Kepualauan Sangihe.

Dari pusat Kota Tahuna perjalanan ke puncak bukit kira-kira memakan waktu 30 menit dengan kendaraan. Menyusur jalan menanjak, rute itu didominasi pemandangan tebing terjal dan jurang.

Puncak Bukit Pusunge belakangan ini jadi hits. Selain suasana alam nan asri dan sejuk khas daerah dataran tinggi, dari lokasi ini bisa memandang Kota Tahuna dan hamparan teluknya.

Sayang, siang itu cuaca kurang bersahabat, pemandangan tertutup kabut tebal.

Secangkir kopi hangat menjadi pilihan tepat mengusir sengatan udara dingin sembari menanti kabut sirna, ditemani pisang goreng renyah yang baru saja diangkat dari wajan di kios sederhana di atas puncak bukit.

Siang itu Tribun disambut Tadius Haribulan, pengelola kios sekaligus pemilik sebagian lahan Bukit Punsunge.
Tadius mengungkapkan, dengan kondisi cuaca saat ini puncak Punsunge kerap diselimuti kabut. Namun pada waktu-waktu tertentu kabut tersingkap.

"Dari puncak Pusunge bisa menyaksikan pemandangan satu Sangihe," ujar mantan Opo Lao (kepala desa) Pusunge ini.

Tadius pun berkisah tentang awal mula hingga puncak Pusunge jadi objek wisata di Kabupaten Sangihe.

Halaman
12
Penulis: Ryo_Noor
Editor: Rine Araro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help