Warga Keluhkan Ada Biaya Transportasi Raskin

Satu per satu dugaan pungutan liar (pungli) di desa terungkap. Warga Desa Lopana Satu, Kecamatan Amurang Timur.

Warga Keluhkan Ada Biaya Transportasi Raskin
TRIBUN LAMPUNG
Raskin. Foto Ilustrasi.

TRIBUNMANADO.CO.ID, AMURANG - Satu per satu dugaan pungutan liar (pungli) di desa terungkap. Warga Desa Lopana Satu, Kecamatan Amurang Timur, Minahasa Selatan mengeluhkan harga beras raskin yang dijual Rp 2.000 per liter.

"Mereka (penanggung jawab penyalur raskin) beralasan, selisih harga hasil penjualan raskin digunakan untuk membayar biaya transportasi kendaraan Bulog," kata warga, Rabu (30/11).

Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah, Adrian Sumuweng, saat dikonfirmasi, menegaskan untuk biaya transportasi tidak ada sama seperti yang dikeluhkan masyarakat.

"Biaya angkutan sudah termasuk dalam biaya Rp 1.600 untuk 1 kilogram beras. Setiap kepala keluarga (KK) mendapat jatah 15 Kg. Hal itu ada dalam kontrak kerja sama dengan Bulog. Jadi tidak dibenarkan desa maupun kelurahan menaikan harga raskin," katanya.

Diwawancara terpisah, penanggung jawab penyalur Raskin, Sonya Tambun, membantah telah menaikan harga raskin yang telah ditetapkan pemerintah. "Itu tidak benar. Kita tidak pernah menjual raskin memakai liter," kata Tambun kepada Tribun Manado, kemarin.

Menurut dia, selama ini, harga raskin yang dijual kepada warga miskin sesuai dengan yang ditetapkan pemerintah Rp 1.600 per kilogram.

"Dari Bagian Perekonomian juga sudah datang menanyakan masalah ini. Dan saya tegaskan raskin dijual Rp 1.600 per kilogram. Tidak sama seperti yang dikeluhkan warga," katanya.

Dia menambahkan semua raskin yang masuk disalurkan kepada 230 kepala keluarga yang layak menerima dan masuk dalam Rumah Tangga Sasaran (RTS). "Semua disalurkan sesuai juknis," kata dia. *

Ikuti kami di
Penulis: Fionalois Watania
Editor: Lodie_Tombeg
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help