Soal Penurunan Capping Bunga Kartu Kredit BI tak Mau Gegabah

Bank Indonesia (BI) tak mau gegabah dalam merencanakan penurunan batas atas (capping) suku bunga kartu kredit.

Soal Penurunan Capping Bunga Kartu Kredit BI tak Mau Gegabah
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Model memeragakan Visa Signature HSBC saat penyerahan kartu kepada nasabah pertama di Jakarta, Rabu (3/4/2013). HSBC Indonesia meluncurkan Visa Signature Card, yaitu sebuah kartu kredit premium bagi para nasabah premium untuk menikmati gaya hidup yang penuh keistimewaan dan kemewahan.

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Bank Indonesia (BI) tak mau gegabah dalam merencanakan penurunan batas atas (capping) suku bunga kredit'>kartu kredit. Ronald Waas, Deputi Gubernur BI mengatakan, pihaknya terus melakukan diskusi dengan industri penerbit kredit'>kartu kredit. Dan BI tengah memasuki tahap pembuatan konsep aturan.

"BI kasih waktu enam bulan untuk bank mempersiapkan diri setelah enam bulan akan meninjau kembali," katanya, belum lama ini.

BI sebelumnya, tengah mengkaji batas maksimum bunga kredit'>kartu kredit yang kelak dipatok maksimal 2,25% per bulan, atau 26,95% per tahun. Saat ini, batas atas bunga kredit'>kartu kredit yang ditentukan 2,95% per bulan atau 35,4% per tahun.

Eni V. Panggabean, Kepala Kebijakan Sistem Pembayaran dan Pengawasan Departemen BI menuturkan, pihaknya belum dapat memprediksi kenaikan bisnis kredit'>kartu kredit setelah terjadi penurunan suku bunga.

Yang jelas, rencana pemangkasan suku bunga kredit'>kartu kredit untuk mendorong peningkatan transaksi pembayaran non tunai seperti BI mencanangkan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT).

Informasi saja, BI melaporkan jumlah kredit'>kartu kredit yang beredar mencapai 17,11 juta per September 2016 atau tumbuh 2,21% dibandingkan posisi 16,74 juta per September 2015. Begitu juga dengan volume transaksi kredit'>kartu kredit naik 6,70% menjadi 24,74 juta per September 2016 dibandingkan posisi 23,18 juta per September 2015.

Sayangnya, kenaikan tersebut tak didukung oleh nilai transaksi kredit'>kartu kredit yang masih turun sebesar 2,15% menjadi Rp 22,38 triliun per September 2016 dibandingkan posisi Rp 22,88 triliun per September 2015.(ktn)

Editor: Fernando_Lumowa
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved