Renungan Minggu

Renungan Minggu: Pelayanan Kasih

BERBICARA soal pelayanan, apakah kita mengetahui arti sesungguhnya dari kata tersebut?

Renungan Minggu: Pelayanan Kasih
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi. 

Pdt Muda Mulyati Rendeo
GPI Tiranus Kombos Timur

TRIBUNMANADO.CO.ID - BERBICARA soal pelayanan, apakah kita mengetahui arti sesungguhnya dari kata tersebut?

Kalau berbicara pelayanan maka artinya akan sangat luas. Karena ketika berbicara pelayanan maka kita tidak hanya membicarakan mengenai peran satu orang tapi lebih kepada persekutuan serta buah-buah dari pelayanan itu sendiri. Apakah berbuah yang baik, buruk, bahkan tak berbuah sama sekali.

Sebelum kita lebih jauh lagi membahas mengenai pelayanan, mari kita mulai dulu dari kata dasar pelayanan.

Kata dasar pelayanan adalah 'pelayan'. Kita semua tahu pelayan atau dengan kata lain pembantu adalah sosok yang sering dianggap remeh. Karena sosok pelayan bukan sosok pemimpin yang memimpin banyak orang melainkan dia lebih kepada sosok penolong yang mengerjakan semua permintaan dari atasan.

Namun saudaraku, apakah sosok pembantu itu tidak penting? Tentu saja tidak. Sosok pembantu itu sangat penting.

Tanpa pembantu maka kehidupan bagi kehidupan sebagian keluarga tidak bisa berjalan dengan baik.

Apalagi di era modern seperti sekarang dimana kedua orangtua bekerja. Bos dari pembantu ini meluangkan waktu lebih banyak di kantornya. Sehingga apabila tidak ada pembantu, maka dia tidak bisa menjalankan tugasnya dengan maksimal.

Kita bisa bayangkan jika ada orang yang seharian bekerja lalu karena harus membagi waktu mengerjakan tugas rumah tangga. Yang ada dia hanya jatuh sakit. Sehingga tugas pembantu sangat dibutuhkan.

Lalu bagaimana dengan makna 'pelayan' seperti dalam organisasi gereja?

Peran kita juga sama-sama penting. Tanpa pelayan maka organisasi tidak akan jalan.

Seorang Pendeta atau hamba Tuhan tidak mungkin bisa melakukan pelayanan seorang diri. Mulai dari kebersihan gereja, bagian warta, khotbah, mamainkan alat musik membutuhkan peran banyak orang.

Oleh karena itu gereja sangat membutuhkan bantuan dari seluruh jemaat yang adalah 'pelayan-pelayan' kecil sebagai saluran berkat bagi orang-orang di sekitar kita.

Namun kembali lagi ke pertanyaan sebelumnya. Mari kita renungkan apakah kita sudah menjadi pelayan yang berbuah baik, buruk, atau tidak berbuah sama sekali? Semua itu hanya bisa dijawab oleh masing-masing kita.

Renungkanlah apakah kita mau untuk berbuah dan memiliki semangat dan ketulusan dalam pelayanan bukan untuk menyombongkan diri pada manusia namun untuk Dia sang Juruselamat Yang Agung. Yesus Kristus. Amin.

Editor: Rine Araro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help