TribunManado/
Home »

Opini

Renungan Minggu

Renungan Minggu: Kepribadian Ester

ESTER lahir dengan nama Ibrani Hadassah, nama Ester sendiri berasal dari bahasa Persia yang berarti star atau bintang.

Renungan Minggu: Kepribadian Ester
net
Ilustrasi 

Bacaan: Ester 2:1-18

Oleh:
Pdt Royke Sasiwu STh

"Mordekhai itu pengasuh Hadasa, yakni Ester, anak saudara ayahnya, sebab anak itu tidak beribu bapa lagi; gadis itu elok perawakannya dan cantik parasnya. Ketika ibu bapanya mati, ia diangkat sebagai anak oleh Mordekhai." Ester 2:7

TRIBUNMANADO.CO.ID - ESTER lahir dengan nama Ibrani Hadassah, nama Ester sendiri berasal dari bahasa Persia yang berarti star atau bintang.

Ester adalah yatim piatu keturunan Benyamin yang dirawat dan diangkat anak oleh Mordekhai:"Mordekhai itu pengasuh Hadasa, yakni Ester, anak saudara ayahnya, sebab anak itu tidak beribu bapa lagi".

Dari latar belakang keluarga sesungguhnya Ester punya alasan kuat memiliki self pity (mengasihani diri sendiri) yang tinggi karena ia sebatang kara. Namun itu tidak dilakukannya.

Ia pun tumbuh menjadi seorang gadis yang bukan hanya cantik secara fisik tetapi juga cantik hatinya.
Semua tidak terlepas dari bimbingan dan didikan abang sepupunya yang tak pernah berhenti mensupportnya. Apa pun yang disuruhkan Mordekhai, tanpa keluh kesah Ester taat melakukannya.

Ketika raja hendak mencari permaisuri sebagai ganti Wasti, Ester pun turut mengambil bagian atas dukungan abang sepupunya itu.

Ketika mengikuti seleksi calon permaisuri Ester lolos, bahkan terpilih menjadi permaisuri raja.

Kunci keberhasilan Ester selain memiliki perawakan yang memang elok dan cantik, terutama sekali karena ia berkepribadian baik atau memiliki inner beauty.

Itulah yang membedakan dan menjadi nilai 'lebih' dibandingkan wanita-wanita lain peserta kompetisi, sehingga hal itu menimbulkan rasa kagum dan sayang di mata Hegai, seorang sida-sida kepercayaan raja Ahasyweros yang ditugasi menjaga para wanita yang akan menjadi permaisuri raja.

Sebelum diangkat menjadi permaisuri Ester pun harus melewati masa karantina layaknya pemilihan putri-putrian masa kini, bahkan prosesnya tidak singkat, yaitu 12 bulan.

Sering ketika kita diperhadapkan pada satu proses banyak dari kita cenderung berontak, tidak tahan dan lari, padahal melalui proses ini kita sedang dibentuk dan dipersiapkan Tuhan menuju kepada rencana-Nya yang indah.

Proses itu memang sakit, tapi mendatangkan kebaikan bagi kita. Karena memiliki kualitas hidup yang baik Ester terpilih menjadi permaisuri raja.(*)

Editor: Rine Araro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help