Tribun Manado Travel

Merasakan Sensasi Bekas Perang Dunia II di Gua Jepang 50 Kamar di Kawangkoan

Namanya Gua Jepang 50 Kamar, letaknya di Kawangkoan. Dari namanya, pengunjung langsung tahu bahwa gua tersebut memiliki 50 kamar.

Merasakan Sensasi Bekas Perang Dunia II di Gua Jepang 50 Kamar di Kawangkoan
TRIBUNMANADO/ALPEN MARTINUS

Laporan wartawan Tribun Manado Alpen Martinus

TRIBUNMANADO.CO.ID, KAWANGKOAN - Sebagai  kabupaten tertua di Sulawesi Utara, Minahasa ternyata menyimpan begitu banyak potensi wisata yang indah dan menarik.

Satu di antaranya, peninggalan sejarah Perang Dunia II, yang dibuat tentara Jepang.

Gua jepang 50 kamar di Kawangkoan

Namanya Gua Jepang 50 Kamar, letaknya di Kawangkoan. Dari namanya, pengunjung langsung tahu bahwa gua tersebut memiliki 50 kamar.

Gua Jepang di Kawangkoan
Gua Jepang di Kawangkoan

Tak ada petunjuk persis kapan gua itu dibangun. Yang pasti, gua itu dibangun saat Jepang menguasai wilayah Indonesia dan menempatkan pasukannya di Sulawesi Utara.

Herman Tumewo, warga setempat, mengatakan, dulunya gua tersebut dijaga tentara Jepang.

Gua dibangun oleh banyak orang Minahasa dari beberapa daerah seperti Bitung, Bolmong, dan Tombatu dengan kerja paksa.

gua jepang di kawangkoan 50 kamar

Gua berada di wilayah Kecamatan Kawangkoan. Cukup mudah dicapai karena akses menuju kecamatan tersebut sangat lancar.

Bila sudah berada di kecamatan itu, pengunjung harus mencari Desa Sendangan. Dengan bertanya kepada warga setempat, Anda akan ditunjukkan arah menuju gua.

 

Papan nama petunjuk juga membantu pelancong menemukan gua ini. Dijamin tidak akan tersesat.

Bila sudah berada di jalan masuk, jika naik mobil Anda harus turun dan berjalan menurun sejauh sekitar 1 kilometer lantaran jalan sempit.

Tapi kalau naik motor bisa dibawa masuk, meski tak sampai di lokasi, tapi jalannya sudah dibeton.

Tiba di lokasi parkir, pengunjung harus meniti jembatan yang terbuat dari bambu besar, karena belum ada jembatan paten. Harus sedikit berhati-hati saja.

Setelah melewati titian bambu, pengunjung harus sedikit mendaki, tapi jalan ke mulut gua sudah bagus berupa tangga beton.

Sampai di mulut gua pengunjung akan disambut dengan tulisan "Selamat Datang di Gua Jepang Lima Puluh Kamar".

Di sekitar gua banyak sekali ditemui pepohonan dan bambu sehingga udara terasa sejuk, dan asyik dipandang.

Masuk ke dalam gua kita harus sedikit menunduk lantaran permukaan tanah sudah sedikit bertimbun.

Namun semakin ke dalam pengunjung sudah bisa menegakkan badan lantaran ruangannya cukup lebar dan luas.

Di dalam ada lorong, dan di sisi kiri dan kanan terdapat beberapa ruang-ruang yang panjangnya sekitar tiga meter.

Lorong yang membentuk jalan ada beberapa tikungan, dan setiap lorong ada ruangan di sisi kiri dan kanan, sehingg jika masuk tanpa ada warga setempat yang menuntun akan tersesat.

Untuk masuk ke dalam, pengunjung diharapkan punya senter atau lampu, sebab di dalam sangat gelap.

gua jepang di kawangkoan1

Tampak lorong di dalam berbentuk persegi dengan dinding-dinding yang terlihat dibuat rapi menggunakan alat penata, seperti tatah dan linggis.

Menurut warga, ada ruangan untuk pemimpin pasukan Jepang di gua itu.

Saat masuk di dalam, Anda juga akan mendapatkan kejutan makhluk-makhluk yang beterbangan. Tapi jangan takut, itu adalah kelelawar yang tinggal di dalam gua.

"Lokasi ini sering kami kunjungi untuk mencari kelelawar. Kami sudah biasa sehingga tidak tersesat," jelas Herman.

Namun, sepertinya tak asyik bila hanya membayangkan situasinya. Anda harus merasakan sendiri sensasi gua ini secara langsung.

Halaman
Penulis: Alpen_Martinus
Editor: Rine Araro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help