Tribun Manado Travel

Menikmati Lukisan Alam di atas Bukit Tetetana Kumelembuai

Rasanya seperti berada di negeri awan. Perasaan itu menyelimuti hati ketika mencapai puncak bukit Tetetana di Kelurahan Kumelembuai, Kota Tomohon.

Menikmati Lukisan Alam di atas Bukit Tetetana Kumelembuai
TRIBUNMANADO/RYO NOOR
Pemandangan empat wilayah daerah di Provinsi Sulawesi Utara bisa dinikmati dari puncak bukit Tetetana, merupakan keunikan pesona alam di Kumelembuai. 

Laporan wartawan Tribun Manado Ryo Noor

TRIBUNMANADO.CO.ID,TOMOHON - Rasanya seperti berada di negeri awan. Perasaan itu menyelimuti hati ketika mencapai puncak bukit Tetetana di Kelurahan Kumelembuai, Kota Tomohon, Jumat (16/9) sore.

Bak berdiri sejajar dengan awan-awan, dari puncak bukit terhampar lukisan alam karya Sang Khalik.
Pemandangan empat wilayah daerah di Provinsi Sulawesi Utara bisa dinikmati dari puncak bukit Tetetana, merupakan keunikan pesona alam di Kumelembuai.

Terhampar sepanjang mata wilayah Tanawangko, Kabupaten Minahasa, kemudian seentero Kota Manado, dan Kabupaten Minahasa Utara. Lalu wilayah Kecamatan Tombulu, Minahasa, hingga ke Kota Bitung.

bukit tetetana

Perjalanan untuk mencapai bukit Tetetana bisa ditempuh dari pusat Kota Tomohon kira-kira 30 menit mengunakan kendaraan, menuju kelurahan Kumelembuai, daerah di ujung timur Tomohon berbatasan langsung dengan Kabupaten Minahasa.

Perjalanan ke Kumelembuai pelancong lebih dulu melintas di Kelurahan Rurukan. Pandangan mata sudah dimanjakan dengan pemandangan bedeng-bedeng tanah, tempat tumbuh sayur mayur seperti wortel, kol, dan sawi.

Seperti daerah tetangganya, Kumelembuai juga merupakan penghasil sayur mayur yang terhampar hingga ke perbukitan.

Jalan ke bukit Tetetana baru dirintis untuk akses masuk kendaranan, sehingga terbilang masih belum memadai. Namun, bagi pecinta travelling seharusnya hal itu tak jadi masalah, hitung-hitung sedikit mencicipi aroma petualangan, menanjaki bukit dengan berjalan kaki.

Angin sejuk berembus menyambut kala Tribun Manado tiba di puncak bukit. Angin membawa hawa dingin, cuaca khas Kota Tomohon.
Sebuah pondok bambu beratap daun katu menjadi perhentian pertama, sedikit melepas lelah, setelah perjalanan menanjak bukit.

Halaman
123
Penulis: Ryo_Noor
Editor: Rine Araro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help