TribunManado/

Tribun Manado Travel

Kenyal Nikmat Sate Kolombi di Boulevard Tondano

Bagi Anda yang sementara mencari kuliner unik, ayo datang ke Tondano. Banyak pilihan kuliner tersedia.

Kenyal Nikmat Sate Kolombi di Boulevard Tondano
TRIBUNMANADO/FINNEKE WOLAJAN
Sate Kolombi 

Laporan wartawan Tribun Manado Alpen Martinus

TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Bagi  Anda yang sementara mencari kuliner unik, ayo datang ke Tondano. Banyak pilihan kuliner tersedia. Namun, kali ini Tribun mengajak Anda menikmati kenyalnya siput danau atau oleh warga setempat disebut 'kolombi' yang dijadikan sate.

Kolombi banyak ditemukan hidup di Danau Tondano. Ukuran jenis siput ini lebih besar. Warnanya ada yang keemasan, juga ada yang hitam. Para pencari kolombi menggunakan jaring untuk mendapatkannya.

Untuk mendapatkannya seorang nelayan harus datang pagi saat mentari belum menyengat. Biasanya kolombi muncul di permukaan air, namun jika sudah panas akan tenggelam.

Sate kolombi dibuat dengan mengambil bagian dagingnya saja, kemudian dipotong beberapa bagian dan ditusuk seperti membuat sate biasa. Setelah itu dibakar menggunakan arang tempurung.

Jika sudah matang dan warnanya agak kehitaman, sate siap disajikan dengan lumuran sambal khas Minahasa yang dibuat khusus untuk sate kolombi.

Biasanya sate kolombi dimakan bersama dengan jagung bakar ataupun pisang goreng goroho, ditemani hangatnya air jahe ataupun teh hangat, kopi, apapun sesuai selera.

Daging kolombi terasa kenyal saat digigit dan rasanya sangat nikmat. Dijamin, yang menikmatinya akan ketagihan dan ingin tambah lagi dan lagi.

Tapi ingat, makan sate kolombi harus mengontrol diri, jangan sampai berlebihan sebab bisa-bisa terkena tekanan darah tinggi karena mengandung kolestrol yang lumayan tinggi.

Kolombi tidak hanya disajikan dalam bentuk sate. Ada juga yang dimasak menggunakan kuah atau sering disebut kolombi woku.

Sate ini banyak ditemukan di kawasan Boulevard Tondano. Tapi, jangan heran makanan khas Tondano ini dibanderol dengan harga Rp 3.000 per tusuk. Mahal memang, namun sudah sepadan dengan rasa nikmatnya. Apalagi saat menikmatinya sambil memandang pemandangan Danau Tondano.(alpenmartinus)

Mulai dari
Banyak PeminatBanyak Peminat
Halaman
Penulis: Alpen_Martinus
Editor: Rine Araro
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help