Tribun Manado Travel

Gua Okura, Peninggalan Jepang-Permesta Nan Eksotis di Bibir Danau Tondano

Anda para penggila petualangan dan mencari potensi wisata baru, ayo ikut berpetualang bersama Travelling Edisi Minggu Tribun Manado.

Gua Okura,  Peninggalan Jepang-Permesta Nan Eksotis di Bibir Danau Tondano
TRIBUNMANADO/ALPEN MARTINUS
Goa Okura 

Laporan wartawan Tribun Manado Alpen Martinuss

TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Anda para penggila petualangan dan mencari potensi wisata baru, ayo ikut berpetualang bersama Travelling Edisi Minggu Tribun Manado.

KALI ini kita tidak akan jalan terlalu jauh, hanya di sekitar wilayah Minahasa saja. Tepatnya di Desa Sinuian Gagaran Kecamatan Remboken. Jaraknya hanya beberapa kilometer saja dari Tondano. Desa ini mudah diakses karena berada di pinggir danau Tondano.

Nah di desa tersebut ada potensi wisata yang masih tersembunyi bahkan jarang diketahui oleh warga. Goa Okura namanya. Sekilas terdengar namanya 'berbau' Jepang. Tepat sekali, Goa Okura memang diambil dari nama Jepang lantaran goa tersebut sengaja dibuat Tentara Jepang saat datang menjajah di Minahasa.

Goa tersebut berada di bawah jalan saat baru memasuki desa tersebut hampir tepat di tikungan. Posisi goa tersebut agak tersembunyi lantaran hampir tertutup oleh batuan besar. Jalan masuk goa pun agak sedikit menanjak jalan berbatu. Sampai di depan goa anda akan merasakan atmosfir perjuangan masyarakat yang dulu membuat goa tersebut. Sensasi eksotis muncul mana kala anda berada di mulut goa.

Menurut warga, goa tersebut dibuat oleh Jepang yang menggunakan tenaga rodi warga setempat. Dinding-dinding goa berbentuk setengah lingkaran, terbuat dari beton. Bagian lantai seperti lubang besar segi empat, namun di sisi kiri dan kanan ada jalan masuk dan setelah lubang, ada bagian tanah lapang hingga ke bagian belakang.

goa okura

Kata warga setempat, goa tersebut dibuat sekitar tahun 1944 oleh Jepang untuk menyembunyikan pesawat mereka "Menurut cerita orangtua kami yang kerja rodi membuat goa ini seperti itu," jelas Johanis Kaloh warga Sinuaian Gagaran, Jumat (2/9).

Opa Johan mengatakan bahwa goa tersebut belum selesai dibuat oleh Jepang, sebab saat itu Indonesia telah merdeka dan dua bagian negara Jepang hancur dibom Amerika. Sehingga goa tersebut ditinggalkan.

"Mungkin kalau diteruskan bisa tembus jalan sebelah, tapi ini tidak," jelas dia. Ia menambahkan, goa ini masih menyimpan misteri, sebab beberapa waktu lalu ada warga yang mau masuk untuk mengambil sesuatu yang berharga di dalam namun dilarang oleh warga.

Goa Okura tersebut berhadap-hadapan dengan Danau Tondano, bahkan ada jalan tembus ke danau."Di pinggir danau itu ada batu-batu besar yang akan digunakan untuk buat dermaga, bahkan jalannya sudah akan dibuat namun tidak diteruskan semuanya," jelas dia.

Goa tersebut juga menurutnya, sempat digunakan oleh pasukan Permesta untuk bersembunyi saat konflik dengan Tentara Pusat (TNI).

Hingga saat ini kondisi goa tersebut masih bagus, namun sayangnya di beberapa bagian dinding dikotori coretan nama dari beberapa warga yang datang ke situ. Untuk datang ke goa tersebut, warga bisa melalui beberapa jalur jalan. Bisa langsung dari pinggir jalan raya, jalan menurun tapi harus berhati-hati karena hanya jalan tangga menurun buatan.

Sayangnya belum ada jalan tembus ke lokasi goa tersebut, ada jalan beton yang dibuat namun belum sampai ke mulut goa, sebab baru terbangun 50 persen saja. "Kami berharap pemerintah bisa bangun jalan setapak sampai ke mulut goa, sebab ini potensi wisata yang harus dikembangkan," jelas Derek Muaja warga setempat.

Anda berniat mencari goa tersebut, datang saja sendiri ke desa Sinuian Gagaran dan bertanya lokasinya ke warga, pasti akan ditunjukkan. Semoga bisa menjadi tambahan lokasi siwata yang anda kunjungi. (alpen martinus)

Penulis: Alpen_Martinus
Editor: Rine Araro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help