Nusakambangan Mencekam, Petir Menggelegar Saat Ekskekusi Mati, Doooor! 3 Terpidana Tewas

Selain diguyur hujan deras, petir juga menggelegar menambah tegang suasana di Dermaga Wijayapura.

Nusakambangan Mencekam, Petir Menggelegar Saat Ekskekusi Mati, Doooor! 3 Terpidana Tewas
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID, CILACAP - Sejak Kamis (28/7) siang, suasana Pelabuhan Wijayapura, Nusakambangan makin sibuk.

Perahu-perahu menyeberangkan 17 ambulans yang akan digunakan mengangkut jenazah terpidana mati setelah dieksekusi.

Semakin gelap, pelabuhan bertambah ramai. Keluarga terpidana mati terus berdatangan. Kemudian disusul rombongan jaksa eksekutor dan para rohaniawan.

Makin malam suasana Nusakambangan tambah mencekam. Tanda-tanda bakal dilangsungkan eksekusi mati pun makin terasa.

Seluruh terpidana mati berada di ruang isolasi. Lapangan Tembak Tunggal Panaluan yang menjadi lokasi eksekusi pun sudah siap digunakan sejak Kamis petang.

"Yang jelas sekarang sudah jalan. Sudah berlangsung 3 orang," ujar Koordinator Lapas Se-Nusakambangan Abdul Aris seperti dikutip dari Liputan6.com, Jumat (28/7) pukul 01.40 Wita.

Selain diguyur hujan deras, petir juga menggelegar menambah tegang suasana di Dermaga Wijayapura.

Sebelumnya, seluruh saluran listrik di Lapas Besi Nusakambangan dan Lapangan Tembak Tunggal Panaluan telah dimatikan.

"Semua listrik dipadamkan. Pelaksanaan eksekusi akan dilaksanakan sekarang ini. Ini lagi akan siap-siap eksekusi," kata salah seorang sumber yang berada di Lapangan Tembak Tunggal Panaluan.

Suhendro Putro (62), seorang koordinator pelaksana yang memandikan jenazah terpidana yang beragama Kristen dan Katolik mengungkap proses pelaksanaan eksekuti mati terhadap 14 terpidana.

Halaman
12
Editor: Fransiska_Noel
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help