TribunManado/

Hei Warga Boltim, Berobat Katarak Gratis, Yu!

"Puskemas Modayag lengkap dengan alat pengobatan mata. Setiap hari yang sudah dijadwalkan diberikan pelayanan gratis kepada warga Boltim."

Hei Warga Boltim, Berobat Katarak Gratis, Yu!
TRIBUNMANADO/ALDI PONGE
Petugas medis memeriksa pasien yang akan dioperasi katarak. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TUTUYAN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) menggelar pengobatan katarak secara gratis di Puskemas Modayag selama dua hari, Rabu-Kamis (1-2/6/2016).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Boltim Eko Marsidi mengungkapkan kegiatan pengobatan katarak tersebut dilakukan dalam rangka bulan bakti gotong royong masyarakat (BBGRM) dan hari kesatuan gerak PKK.

"Kami lakukan pemeriksaan dan pengobatan mata sekaligus operasi katarak atau iterium yang bekerjasama dengan PKK Boltim," kata Eko.

Eko mengungkapkan peserta yang ikut dalam kegiatan gratis tersebut ditargetkan mencapai 50 orang. Hingga Rabu sore kemarin, sebanyak 36 orang sudah mengikuti screening atau pemeriksaan awal dan 19 di antaranya sudah mendaftar ulang.

Dia mengajak masyarakat Boltim yang memiliki keluhan mata agar mendatangi lokasi kegiatan tersebut. Kegiatan tersebut akan berlangsung hingga hari ini.

"Beberapa tahun terakhir sudah lebih 200 orang kita layani. Tahun lalu ada 67 orang yang dilayani dalam dua kegiatan pengobatan katarak," terangnya.

Selain pemeriksaan dan operasi katarak, pasien penyakit mata juga mendapatkan obat tetes mata. Sebelum dilakukan operasi, dilakukan pengecekkan kesehatan seperti pengecekkan tekanan darah.

"Puskemas Modayag lengkap dengan alat pengobatan mata. Setiap hari yang sudah dijadwalkan diberikan pelayanan gratis kepada warga Boltim," ungkapnya.

Dia berharap kegiatan ini bisa meringankan beban penderitaan warga Boltim terutama warga lanjut usia yang menderita katarak.

"Jika berobat sendiri di klinik atau rumah sakit biayanya capai Rp 6 juta termasuk pakai lensa dan obat-obatan," kata Eko. (aldi ponge)

Penulis: Aldi_Ponge
Editor: Edi_Sukasah
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help