Kowaas Kecewa Lawannya Pakai Fasilitas Negara

"Itu kan fasilitas negara yang dipakai untuk mengalahkan rakyatnya," ujar Franky kepada Tribun Manado, Selasa (17/5).

Kowaas Kecewa Lawannya Pakai Fasilitas Negara
KOMPAS
Ilustrasi terjun payung.

Laporan Wartawan Tribun Manado Alexander Pattyranie

TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO - Pelatih kepala atlet cabang olahraga Terjun Payung asal Sulawesi Utara yang lolos ke Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jawa Barat (Jabar), mengeluhkan para saingan yang seenaknya berlatih menggunakan fasilitas pertahanan negara.

"Itu kan fasilitas negara yang dipakai untuk mengalahkan rakyatnya," ujar Franky kepada Tribun Manado, Selasa (17/5).

Ia mengaku, memang sebanyak tujuh atlet binaannya antara lain Petra Mandagi, Siswoko, Pingkan Mandagi, Chintya Doodoh, Jilly Tumundo, Liven Tuegeh, dan Rizky Wulandari pada Agustus hingga awal September nanti akan latihan di Skydiving Center Perth Australia yang sama-sama menggunakan biaya pemerintah.

"Tapi beda kami pakai anggaran pemerintah Sulut, kalau mereka pakai anggaran pertahanan negara," terang Franky dengan nada tinggi.

Pasalnya, syarat untuk meraih hasil baik minimal harus mendapatkan sebanyak lima hingga enam kali terjun, sementara di Sulut sendiri tak memiliki skydiving center seperti pesawat hingga titik pendaratan penerjun.

"Karena kalau menumpang latihan di daerah lain, masalahnya TNI maupun Polisi mereka lawannya kami di PON, tak mungkin mereka beri kesempatan untuk mengalahkan mereka," sambung dia.

Ia menambahkan, bila menumpang latihan pada angkatan udara maksimal dua sampai tiga kali terjun.

"Itu sudah paling hebat, tapi dengan jumlah itu tak akan maksimal," pungkas dia.

Untuk sementara, Mei hingga Juli berjalan ia menerapkan latihan fisik seperti jogging atau fitnes, dan simulasi konsentrasi mendarat.

Terpisah, satu di antara atlet terjun payung Sulut Pingkan Mandagi, sedang mengikuti Manado International Open Parachuting Championship sebagai bahan try out menuju PON XIX Jabar 19 September mendatang.

"Ini kejuaraan satu di antara try out menuju PON sekalian evaluasi kemampuan kami sampai di mana," beber dia.

Ia menambahkan, di Australia yang menjadi training center mereka, menargetkan sebanyak 100 kali terjun lalu akan kembali ke Indonesia pada awal September sebelum PON dimulai.

"Semoga target kami boleh tercapai, itu yang utama," harap Pingkan. (alp)

Penulis: Alexander_Pattyranie
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved