Bisnis Kartu Kredit Lesu, Bankir Berharap Berkah Ramadan

Bank pemain kartu kredit mengharapkan momentum Ramadan dan Idul Fitri menjadi pendongkrak bisnis kartu kredit.

Bisnis Kartu Kredit Lesu, Bankir Berharap Berkah Ramadan
Warta Kota/Adhy Kelana
Ilustrasi kartu kredit 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Bank pemain kartu kredit mengharapkan momentum Ramadan dan Idul Fitri menjadi pendongkrak bisnis kartu kredit. Pasalnya, bisnis kartu gesek masih lesu sejak tahun lalu, terkena efek perlambatan ekonomi dan aturan pembatasan kepemilikan jumlah kartu.

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), volume transaksi kartu kredit turun 3,59% menjadi 25,84 juta per Maret 2016 ketimbang 26,80 juta per Maret 2015. Alhasil, nilai transaksi pun turun 6,77% menjadi Rp 24,77 triliun pada periode sama.

GM Asosiasi Kartu Kredit (AKKI) Steve Marta menyampaikan, penurunan volume dan nilai transaksi kartu kredit di awal tahun ini bersifat musiman. "Transaksi kartu kredit akan naik di semester II karena ada momen Ramadan dan Idul Fitri," kata Steve, Rabu (11/5).

AKKI memprediksi, nilai transaksi kartu kredit akan mencapai Rp 24 triliun pada momen Ramadan. Sebagai perbandingan, rata-rata transaksi bulanan kartu kredit mencapai Rp 21 triliun-Rp 22 triliun.

Proyeksi AKKI, volume dan nilai transaksi kartu kredit akan tumbuh 10%-15% di 2016. Sedangkan, jumlah kartu kredit hanya akan tumbuh 5% di tahun ini. Pimpinan Divisi Bisnis Kartu Bank Negara Indonesia (BNI) Corina Leyla Karnalies menyatakan, pihaknya akan bekerja sama dengan peritel untuk mendongkrak transaksi. "BNI membidik volume kartu kredit tumbuh 10% di tahun ini," katanya.

Volume kartu kredit BNI tumbuh 3,38% menjadi Rp 8,06 triliun per kuartal I 2016. Sedangkan jumlah kartu kredit stagnan atau sebanyak 1,68 juta kartu. Senada, Direktur Kartu Kredit & Personal Loan Bank Mega Dodit Wiweko Probojakti menilai, momen libur sekolah, puasa dan Lebaran akan meningkatkan transaksi sekitar 10%-15%. Bank Mega membidik pertumbuhan 10% di tahun ini.

Per Maret 2016, volume transaksi hanya tumbuh 5% menjadi Rp 6,5 triliun. Jumlah kartu kredit stagnan sebanyak 1,7 juta.
Sementara itu, Direktur Retail Banking Bank Permata Bianto Surodjo bilang, banknya menargetkan pertumbuhan bisnis kartu kredit 10% di tahun ini.

Editor: Fernando_Lumowa
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help