Tajuk Tamu

Walanda Menggugat Kartini

Hari ini 21 April, seperti hari yg sama ditahun-tahun sebelumnya. Indonesia selalu memperingati Hari Kartini.

Walanda Menggugat Kartini
ISTIMEWA/REPRO PIKAT
Maria Yosephine Catharine Walanda-Maramis 

Denny S.E. Taroreh

Fotografer

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Hari ini 21 April, seperti hari yg sama ditahun-tahun sebelumnya. Indonesia selalu memperingati Hari Kartini.

Hari untuk mengingatkan kita bahwa perempuan harus disejajarkan dengan laki-laki. Kartini, kala masa hidupnya, mengguggat diskriminasi perempuan Jawa (dianggap Indonesia), menggugat keterkekangan dan keterbelakangan, melalui korespondensi dengan sahabatnya di Nederlande.

Di belahan bumi lain, ada sosok bernama Maria Walanda yang juga memperjuangkan kesetaraan kaum perempuan dengan pena. Tulisan-tulisan Maria Walanda ini diterbitkan dalam artikel opini dalam koran lokal kala itu Tjahaya Siang. Disamping itu, karya nyata terkait kesetaraan gender dibentuknya Percintaan Ibu Kepada Anak Temunrunya (PIKAT).

Pokok pikiran dari berdirinya PIKAT yaitu pentingnya kedudukan ibu dalam keluarga, mengasuh anak, menjaga kesehatan anggota keluarga lainnya. Walanda Maramis berpandangan bahwa ibu adalah pendidik awal dari anak-anaknya. Melalui PIKAT, Walanda Maramis menyiapkan perempuan, ibu-ibu untuk menjadi pengasuh anak dengan bekal pengetahuan dan ketrampilan yang cukup.

R.A Kartini dilahirkan pada 21 April 1879, sementara Walanda Maramis wafat pada 22 April 1924 (dilahirkan tanggal 1 Desember 1872). Mereka memulai perjuangannya dengan menulis. Kartini hanya menulis dan menulis. Walanda Maramis menulis dan mendirikan PIKAT dan sekolah.

Mungkin, akan lebih baik 21 April diperingati sebagai HARI PEREMPUAN dibanding peringatan yang seperti hari ini. Semangat yang diperjuangkan Walanda Maramis sungguh sangat penting untuk mempersiapkan generasi-generasi baru bangsa ini. Kesetaraan gender sungguh sangat penting, tapi jauh lebih penting menyadari peran Ibu mengasuh anak bangsa ini.

Editor: Rine Araro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help