TribunManado/
Home »

Opini

Renungan Jumat Agung: Kristus Imam Besar

Yesus menggantikan kita umat manusia dengan memikul salib dan akhirnya mati.

Renungan Jumat Agung: Kristus Imam Besar
Foto Ilustrasi: Penyaliban Kristus 

Pdt Dr HWB Sumakul

Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode GMIM
Bacaan Ibrani 9:11-28

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus, hari ini kita umat Kristiani memperingati akan Jumat Agung atau hari kematian Yesus Kristus di kayu salib.

Enam minggu kita dituntun dalam penghayatan penderitaan Kristus dan di hari ini kita diajak untuk menghayati akan arti penderitaan Kristus, siksaan, batin dan jasmani, olok-olokan, cercaan, fitnahan yang diberikan oleh musuh-musuh Yesus yang pasti datang dari kuasa Iblis.

Yudas, murid Yesus menjadi pengkhianat, ahli taurat dan orang Farisi serta imam-imam yang sebenarnya menjadi pemimpin agama Yahudi yang seharusnya mengajar banyak orang supaya makin beragama telah diliputi oleh dengki dan iri hati sehingga mereka semua ini telah menggiring Yesus kepada kematian.

Pilatus yang sebenarnya sebagai pemerintah seharusnya mengadili Yesus dengan berpihak pada kebenaran, tetapi Pilatus justru lepas tanggung jawab, cuci tangan sehingga kebenaran diputuskan oleh orang banyak yang memilih Barabas, sang penjahat dari Yesus yang benar.

Yesus membawa penderitaan dengan memikul salib dari Yerusalem menuju ke bukit golgota atau bukit tengkorak.

Yesus akhirnya disalibkan dan mati di kayu salib. Bukan Yesus yang bersalah dan berdosa tetapi Dia-lah yang mengganti umat manusia yang seharusnya dihukum.

Yesus menggantikan kita umat manusia dengan memikul salib dan akhirnya mati.

Saudara-saudara jemaat, Pembacaan kita dalam Ibrani pasal 9:11-28 menjelaskan tentang kematian Yesus dan arti kematian Yesus dalam penjelasan tentang imam besar.

Dalam perjanjian lama, tugas imam besar adalah membawa binatang untuk disembelih dan darah serta daging binatang itu dipersembahkan kepada Tuhan.

Maksud dari pemberian persembahan binatang kepada Tuhan Allah adalah supaya darah dan daging itu dikorbankan menjadi pengganti hukuman dan memohon belas kasihan dari Tuhan supaya kesalahan dan dosa diampuni.

Kesalahan dan dosa manusia harus dibalas dengan hukuman. Tetapi dalam agama Yahudi, binatang yaitu daging dan darah diletakkan di atas altar untuk dibakar ; binatang itu dikorbankan dengan maksud supaya dosa umat Israel diampuni. Binatang dikorbankan supaya ada pengampunan.

Dan upacara pengorbanan itu dipimpin oleh Imam besar.(*)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Fransiska_Noel
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help