Zaman Boleh Modern, Tapi Bendi Tetap Eksis di Tomohon

Perkembangan zaman lebih modern, tak lantas memaksa hal-hal berbau tradisional menepi.

Zaman Boleh Modern, Tapi Bendi Tetap Eksis di Tomohon
TRIBUNMANADO/ARTHUR ROMPIS
Pesiar dengan Bendi. 

Laporan wartawan Tribun Manado Ryo Noor

TRIBUNMANADO.CO.ID, TOMOHON - Perkembangan zaman lebih modern, tak lantas memaksa hal-hal berbau tradisional menepi. Sarana transportasi misalnya. Kendaraan canggih silih berganti memenuhi jalanan, moda transportasi pun mengikuti perkembangan zaman, namun moda transportasi bendi tetap bertahan di tengah hiruk pikuknya aktivitas Kota Tomohon.

Sedikitnya 7 bendi antre berjejer di pusat kota Tomohon, tepatnya di perempatan jalan depan Rumah Sakit Bethesda Tomohon, Kamis (10/3) siang.

Kendaraan tradisional yang memanfaatkan tenaga kuda itu tengah menanti penumpang atau istilahnya sedang bajalur.

Terik matahari itu cukup menyengat para kusir di atas bendi. Sejumlah kusir masih tejaga, namun beberapa di antaranya tak kuat melawan kantuk siang jelang sore hari itu.

Hari itu para kusir sedang beruntung penumpang lagi lancar menggunakan jasa bendi mereka.

"Lumayan (penghasilan) hari ini," kata Denny Kalalo.

Moda transpotasi modern datang silih berganti tapi Bendi kata Kalalo tak mau menyerah dan tetap bertahan.

Data terakhir ada sekitar 105 bendi yang ada di Kota Tomohon, namun hanya sekitar 50 yang aktif.

Tarif bendi saat ini Rp 4000. Rute yang biasa dilalui bendi yakni di antaranya Pusat Kota-Kaaten, Pusat Kota-Multi Mart, dan Multi Mart-RS Gunung Maria. "Rute-rute ini biasanya dipatok Rp 4000 per orang," katanya.

Halaman
12
Penulis: Ryo_Noor
Editor: Rine Araro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help