TribunManado/

Pemanasan Global Bakal Picu Setengah Juta Kematian di Tahun 2050

Pada tahun 2050, perubahan iklim dapat menyebabkan lebih dari setengah juta kematian karena pola makan yang buruk.

Pemanasan Global Bakal Picu Setengah Juta Kematian di Tahun 2050
NET
Ilustrasi pemanasan global. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Penilaian pertama kali tentang bagaimana pemanasan global dapat mempengaruhi kualitas diet manusia, lalu kemudian kesehatan mereka telah melahirkan sebuah kesimpulan cukup mengerikan.

Peneliti memprediksi pada tahun 2050, perubahan iklim dapat menyebabkan lebih dari setengah juta kematian karena pola makan yang buruk.

Produktivitas tanaman berkurang, karena meningkatnya kekeringan atau banjir, misalnya, akan berdampak pada komposisi diet, yang pada gilirannya akan mempengaruhi berat badan jutaan orang.

"Banyak penelitian telah melihat ketahanan pangan, tetapi sedikit yang berfokus pada efek kesehatan yang lebih luas dari produksi pertanian," jelas Dr Marco Springmann, yang ikut menulis makalah yang diterbitkan di The Lancet, dalam sebuah pernyataan.

"Perubahan ketersediaan pangan dan asupan gizi juga mempengaruhi faktor risiko diet dan berat badan, seperti konsumsi buah dan sayuran yang rendah, konsumsi daging merah yang tinggi, dan berat badan berlebih. Ini semua meningkatkan resiko penyakit jantung, stroke, dan kanker, serta kematian akibat penyakit tersebut. "

Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahkan sedikit penurunan jumlah makanan, dan asupan kalori seseorang, bisa mempengaruhi kesehatan masyarakat secara sangat serius.

Misalnya, jika gas rumah kaca terus dipompa ke udara dan kita gagal mengatasinya maka dapat memicu pergeseran produksi pangan, sehingga menyebabkan penurunan ketersediaan pangan per orang dari 3,2 persen, yang setara dengan 99 kalori mnejadi lebih sedikit tiap harinya .

Selain itu, mungkin ada penurunan 4 persen asupan buah dan sayuran. Hanya perubahan kecil dalam diet, dan ini, kata para peneliti, bisa cukup untuk membunuh 529.000 orang pada tahun 2050.

"Perubahan iklim mungkin memiliki dampak negatif yang cukup besar terhadap mortalitas masa depan, bahkan di bawah skenario optimis," kata Dr Springmann.

"Upaya Adaptasi perlu ditingkatkan dengan cepat. program kesehatan masyarakat yang bertujuan untuk mencegah dan memperbaiki diet dan faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan berat badan, seperti meningkatkan asupan buah dan sayur, harus diperkuat sebagai prioritas untuk membantu mengurangi efek kesehatan terkait iklim. "

"Jika kita pindah ke masa depan tanpa pemanasan global, dan peningkatan ketersediaan pangan dan konsumsi, itu bisa mencegah diperkirakan 1,9 juta kematian setiap tahunnya." (IFL Science)

Penulis: Fransiska_Noel
Editor: Fransiska_Noel
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help