Editorial Tribun Manado: Valentine Merah Putih

Besok tepatnya tanggal 14 Februari, muda-mudi di hampir seluruh pelosok dunia, termasuk Indonesia merayakan hari valentine.

Editorial Tribun Manado: Valentine Merah Putih
Net
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Besok tepatnya tanggal 14 Februari, muda-mudi di hampir seluruh pelosok dunia, termasuk Indonesia merayakan hari valentine atau kasih sayang.

Hari kasih sayang yang identik dengan warna merah muda atau pink ini berasal dari tradisi negara barat, dan asal-mulanya ada beragam versi, namun yang paling terkenal adalah cerita mengenai orang suci bernama Valentine atau Valentinus.

Alkisah, Kaisar Romawi Claudius II melarang para tentara muda menikah, agar mereka tak 'melempem' di medan tempur.
Namun, "Uskup Valentine melanggar perintah itu dan menikahkan salah satu pasangan secara diam-diam. Ia dieksekusi mati saat sang penguasa mengetahui pernikahan rahasia itu."

Saat ia dipenjara, legenda menyebut bahwa pria asal Genoa itu lantas jatuh cinta dengan putri orang yang memenjarakannya. Sebelum dieksekusi secara sadis, ia membuat surat cinta pada sang kekasih. Yang ditutup dengan kata, 'Dari Valentine-mu'.

Valentine yang itu dieksekusi penggal pada 14 Februari.

Entah cerita ini benar atau hanya legenda, namun hari kasih sayang ini menyebar ke seluruh dunia dengan makna yang meluas, jika dulu hanya kepasa sepasang kekasih, namun sekarang bisa menungkapkan kepada keluarga.

Bahkan valentine menjadi sebuah bisnis, seperti menyediakan coklat, bunga, boneka hingga hotel-hotel yang menawarkan beragam promo.

Namun, tahukan muda-mudi di Sulawesi Utara, jika di tanggal 14 Februari, ada peristiwa heroik yang bernama peristiwa merah putih yang terjadi tahun 1946 lalu.

Peristiwa heroik ini bahkan telah mengantarkan putra daerah Sulawesi Utara meraih gelar pahlawan nasional tahun 2015 lalu, yakni B W Lapian.

Jika muda-muda Sulut zaman sekarang tak tahu peristiwa itu, maka harus mencari tahu, karena inilah tonggak sejarah bagi Sulut yang dulu dikenal anak emas Belanda dan ingin dijadikan provinsi ke-13 di negeri Kincir Angin itu, namun dengan peristiwa Merah Putih menegaskan Sulut adalah bagian dari Indonesia dan juga berjuang untuk mengusir penjajah Belanda.

Singkat cerita peristiwa ini terjadi 14 Februari 1946, sebuah aksi yang telah disiapkan untuk meruntuhkan kekuasaan Belanda di Sulawesi Utara. Pada 14 Februari dini hari, pejuang Sulut bergerak untuk melakukan penyerangan terhadap markas pasukan Belanda yang sebelumnya telah mereka persiapkan, mereka lalu merobek warnah biru di bendera Belanda di Tangsi, Teling, sehingga tersisa merah putih atau menjadi bendera Indonesia, semangat juang mereka dan kemudian dikenal sebagai peristiwa merah putih di Manado.

Sebagai muda-mudi Sulut yang hidup di era kemerdekaan ini, peristiwa Merah Putih ini harus menjadi pelecut untuk menjadi semangat berbuat yang terbaik bagi diri sendiri dan orang lain, seperti menjauhi narkoba, miras, korupsi, dan kriminal umum lainnya. Inilah makna Kasih Sayang (Valentine) Merah Putih. (*)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Fransiska_Noel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved