Mengaku Dipukuli Polisi, Valdi Menangis Sambil Teriak

"Kemudian ada yang memukul saya di bagian wajah dan di bagian belakang pakai senjata," kata dia.

Mengaku Dipukuli Polisi, Valdi Menangis Sambil Teriak
tribun manado/handhika dawangi
Valdi Tiwa mengaku dipukuli personel Tim Maleo. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Kelopak mata kanan Novaldi Tiwa, Selasa (9/2), masih tampak lebam. Remaja berumur 17 tahun ini pun mengaku badannya masih terasa remuk, apalagi bagian pinggulnya.

"Saya tak punya salah, tiba-tiba dipukul oleh mereka," ujar remaja yang biasa disapa Valdi ini di rumah orangtuanya di Kelurahan Kotobangon, kemarin.

Sabtu (7/2) pukul 02.00 wita menjadi waktu yang nahas bagi Valdi. Saat itu dia bersama teman- temannya dari Kampung Baru sedang berjalan menuju ke warung internet di Kelurahan Kotobangun.

Namun, di perempatan di depan Kantor Dishuparkominfo, menurut Valdi, mereka dihalau Tim Maleo Polres Bolmong. Awalnya ia hanya dimaki oleh personel Tim Maleo. "Kemudian ada yang memukul saya di bagian wajah dan di bagian belakang pakai senjata," kata dia.

Valdi masih sempat mendengar personel Tim Khusus Polres Bolmong itu menuding dia sebagai pelaku penganiyaan. "Saya sudah merasa pusing saat mereka kemudian menyeret ke atas mobil. Saya masih terus dipukuli. Sudah tidak terhitung," kata dia.

Sepanjang perjalanan ke Markas Polres Bolmong, ia mengaku terus dipukuli. Begitu pun saat sampai markas.

"Saya menangis sambil berteriak bahwa bukan saya pelakunya. Mereka tetap yakin selain kaus yang saya kenakan merah, ada juga saksi yang mengatakan saya pelakunya," ujar Valdi.

Valdi pun harus mendekam di sel selama satu malam. Saat pemeriksaan, ia bersikeras tak melakukan penganiayaan. "Namun mereka menganggap saya berdusta. Ada saksi dusta yang terus mengaku bahwa saya yang pelakunya, sekali lagi saya katakan bukan saya pelakunya," ungkap Valdi.

Sabtu siang, sekitar pukul 11.00 wita, Valdi akhirnya keluar dari dalam sel. Remaja ini tidak tahu pasti alasan ia dikeluarkan dari sel. Namun dia diminta membuat pernyataan tidak akan melakukan perbuatan. "Saya bingung padahal saya tidak melakukan apa-apa," ujarnya.

Melihat kondisi anak mereka yang sudah babak belur, orangtua Valdi pun merasa keberatan.
"Kami jelas keberatan dan akan terus melanjutkan proses hukumnya," ujar Rita Buhari (41), ibu Valdi.

Rita tak menerima melihat kondisi anaknya. Saat keluar dari sel, kondisi Siswa Kelas 1 SMA ini sangat memprihatinkan. Pakaian kaos merah yang dikenakan robek di bagian kerah, dan bolong di bagian belakang.

Kepala Tim Maleo Polres Bolmong Ipda Junaidi Candra Pulukadang saat dikonfirmasi mengatakan bahwa anggotanya tidak melakukan pemukulan. "Saya sudah bertanya kepada semua anggota, dan mereka mengaku tidak ada yang melakukan pemukulan saat itu," ujarnya. (*)

Penulis: Handhika Dawangi
Editor: Edi Sukasah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved