TribunManado/

Awas! Para Pecandu Gadget Siap-siap Alami Rabun Jauh

Tiap Tahun puluhan anak-anak terpaksa harus pakai kacamata

Awas! Para Pecandu Gadget Siap-siap Alami Rabun Jauh
Shutterstock
Ilustrasi. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Penggunaan gadjet tanpa kendali oleh anak akan berdampak merugikan baginya, diantaranya akan merusak fungsi mata. Tak sedikit pemeriksaan mata di Puskesmas atau Balai Kesehatan Mata Masyarakat (BKMM) yang menerima pasien anak-anak.

Sesuai data Puskesmas Tikala, jumlah pasien yang memeriksakan mata lalu dirujuk ke BKMM mencapai puluhan pasien. "Pasien terdiri dari anak-anak, orang dewasa, dan lansia. Jumlah pasien pada bulan Oktober 2015 mencapai 36 pasien, November 2015 28 pasien, dan Desember 20 pasien," kata Gutri Tasiam, Pegawai Puskesmas tersebut, Selasa (12/1).

Lanjut Gutri sejumlah penyakit mata yang ditemukan pada pasien yaitu rabun jauh, rabun dekat, dan katarak. Usia pasien beragam mulai dari 10 tahun hingga usia lansia. "Penyebab utama rabun jauh juga bisa karena gadget. Biasanya kalau sudah rabun jauh, maka harus segera menggunakan kacamata," ujarnya.

Data pasien anak-anak yang dianjurkan memakai kacamata di BKKM lebih banyak. Pada bulan Oktober 2015, pasien khusus usia 1 hingga 14 tahun berjumlah 34 orang, 26 orang pada November 2015, dan 22 orang bulan Desember 2015.

Kemungkinan jumlah pasien anak-anak pada Januari 2016 juga berkisar puluhan orang. Ditemui terpisah, dr Salam Surbakti, spesialis mata mengatakan, pasien termuda yang melakukan pemeriksaan mata yaitu usia sekitar tiga tahun.

"Mereka datang dengan banyak keluhan, berawal dari sakit kepala dan pusing. Banyak yang masih usia anak-anak namun sudah harus memakai kacamata," jelasnya saat ditemui usai melakukan operasi, Rabu (13/1).

Dia menambahkan penyakit yang banyak diderita pasien rabun jauh."Penyebab rabun jauh banyak, satu diantaranya karena penggunaan gadget yang berlebihan. Sebisa mungkin anak-anak harus dilatih untuk melihat jauh.

Sedangkan ketika menggunakan gadget, fokus mata dekat, apalagi dengan jangka waktu yang panjang. Hal ini menyebabkan mata tidak terlatih melihat jauh," katanya.

Kasus terparah pada pasien anak-anak adalah minus mata yang mencapai minus lima. Dia menjelaskan jika pasien berumur balita dsudah menderita rabun jauh, maka masih bisa diterapi untuk mencegah agar tidak lebih parah.

"Terapi bukan untuk menyembuhkan mata minus, melainkan mencegah minus bertambah. Selanjutnya kami akan ikuti perkembangan pasien. Pada usia tujuh tahun mata sudah matang, sehingga tidak bisa diterapi. Minus mata diperkirakan bisa bertambah seiring usia apabila tidak menjaga kesehatan mata," terangnya.

Dia menganjurkan agar para orangtua tidak memberikan gadget kepada anak dengan jangka waktu yang tak terkontrol. "Cukup 15 menit lalu istirahat. Perbanyak juga asupan gizi yang baik untuk mata baik dari sayuran maupun buah-buahan. Perbanyak aktifitas diluar ruangan juga dapat melatih penglihatan anak-anak," ujarnya mengakhiri perbincangan. (*)

Penulis: Fionalois Watania
Editor: Charles_Komaling
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help