Tajuk Tamu

Perkuat Rupiah, BI Perlu Terima Hedging Uang dan Impor BUMN

Penguatan Rupiah pada awal minggu ini merupakan berita baik namun masih rentan.

Perkuat Rupiah, BI Perlu Terima Hedging Uang dan Impor BUMN
WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA

Pengamat Ekonomi Unsrat Agus Tony Poputra

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Penguatan Rupiah pada awal minggu ini merupakan berita baik namun masih rentan.

Ini disebabkan penguatan tersebut berasal dari faktor-faktor yang “berefek sementara” terhadap penguatan Rupiah. Faktor pertama, pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat belum sesuai dengan harapan.

Dampak kondisi ini sangat sementara terhadap penguatan Rupiah sebab bila ekonomi Amerika Serikat kemudian tumbuh sesuai harapan maka Rupiah bisa saja tertekan kembali.

Faktor kedua, sentimen positif pasar terhadap rencana Paket Kebijakan Ekonomi Jilid III.

Bergulirnya tiga paket kebijakan berturut-turut baik untuk untuk menguatkan Rupiah dan telah terbukti.

Namun, bilamana pemerintah terlalu jor-joran dalam merilis paket kebijakan ekonomi untuk mengendalikan Rupiah maka ke depan Indonesia akan kehabisan peluru bila menghadapi situasi serupa dan dapat memberikan efek terbalik jika paket-paket tersebut tidak jalan.

Selain itu, apabila paket-paket kebijakan ekonomi yang dikeluarkan lebih banyak dimanfaatkan oleh asing maka dalam jangka panjang perekonomian Indonesia semakin terjajah hingga semakin mereduksi kemandirian ekonomi bangsa.

Faktor ketiga, intervensi Bank Indonesia di pasar spot valas.

Intervensi ini cenderung merupakan tindakan reaktif, bukannya preventif. Ini membuat Bank Indonesia terpaksa mengeluarkan cadangan devisa ekstra untuk menahan laju pelemahan Rupiah bila pasar valas bergejolak.

Halaman
123
Penulis: Herviansyah
Editor: Fransiska_Noel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved