P2KP dan Dinas PU Manado Programkan Perbaikan Permukiman
Tujuan kegiatan ini untuk membangun keberpihakan stakeholder pada pencegahan dan penanganan kawasan kumuh di kota Manado.
Penulis: | Editor:
Laporan wartawan Tribun Manado Felix Tendeken
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Dinas Pekerjaan Umum Kota Manado, bersama Tim Program Peningkatan Kualitas Permukiman di Perkotaan (P2KP) menggelar lokakarya sosialisasi program peningkatan kawasan kumuh di Hotel Sahid Teling, Manado, Rabu (9/9).
Tujuan kegiatan ini untuk membangun keberpihakan stakeholder pada pencegahan dan penanganan kawasan kumuh di kota Manado. Program ini juga akan mewujudkan pemukiman kota Manado yang layak huni, baik dari aspek kebersihan air, lingkungan, dan rumah tinggal.
Dari data yang didapat kelayakan air minum kawasan kumuh 11,6 persen sehingga perlu dilakukan perbaikan ulang.
Menurut Asisten Satu Kota Manado Josua Pangkarego, Kota Manado semakin berkembang pesat kemudian pembangunan tidak teratur. Selain itu banyak kawasan kumuh yang mengurangi ruang gerak estetika kota serta tidak terlihat sehat.
P2KP menilai masih banyak daerah kumuh di kota Manado yang perlu ditata ulang. Tujuannya yaitu agar layak huni dan tidak merusak estetika kota. Oleh karena itu Dinas PU Kota Manado siap melakukan penataan ualng kawasan yang dianggap kumuh.
Dari data yang diperoleh masih ada 19 kelurahan yang memiliki lokasi seperti ini. Dimulai dari Kelurahan Bailang, Sumompo, Maassing, Karame, Kombos Timur, Ketang baru, Ternate tanjung, Perkamil, Paal Dua, Paal IV.
Proyek yang mulai berjalan di Kelurahan Titiwungen Utara, dan Sindulang Satu. kemudian dalam pengamatan Kelurahan Mahawu, Sindulang Dua, Kombos barat, Singkil Satu, Komo Luar, Kairagi Dua, dan Bahu.
Menurut Pangkarego, program ini juga perlu keberpihakan dari stakeholder agar berjalan dengan baik dan sesuai rencana.
"Saya kira tujuan dari sosialisasi ini sangatlah baik, dimana saat ini Kota Manado sudah berevolusi berkembang pesat menjadi Kota besar. Oleh karena itu P2KP perlu mendapat dukungan dari masyarakat dan pemerintah,"ujarnya.
Menurut dia, P2KP bertujuan pada program perbaikan pemukiman kumuh baik dari aspek air, kebersihan lingkungan, dan kelayakan tempat tinggal.
"Rata-rata di kawasan kumuh kelayakan air minum masih di bawah batas wajar yaitu 11,6 dari hitungan 80 sampai 100 persen. Jadi sangat penting pembukaan akses air dan sanitasi,"ujarnya.
Kemudian menurut dia kelayakan rumah huni masih di bawah standar, kemudian perlu pembenahan ulang serta peremajaan ulang sesuai dengan program P2KP yang telah di rencanakan.
"Kalau tanya kelayakan huni, yang jelas rumah di daerah kumuh jauh di bawah garis standard," ujarnya.
Menurut Ismail, Tim Leader P2KP Sulawesi Utara saat ini kawasan kumuh dan masih didata. Dari data yang dimiliki banyak sekali lokasi yang perlu mendapatkan penataan dari program mereka.
"Jadi kami merupakan perubahan nama, tapi program dan fungsinya sama, yaitu PNPM Mandiri, menjadi P2KP,"ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/p2kp-dan-dinas-pu_20150909_224613.jpg)