TribunManado/

Siapa Sangka Bengawan Solo Dinyanyikan di Korea Utara, Ini Kisahnya

Siapa sangka Bengawan Solo karya Gesang akan dinyanyikan di Korea Utara.

Siapa Sangka Bengawan Solo Dinyanyikan di Korea Utara, Ini Kisahnya
IST/PUTUT PRABANTORO
Patung Korea Bersatu di jalan utama dari Pyongyang menuju Panmunjom, Korea Utara. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pada 13 – 18 Agustus 2015, Perhimpunan Persahabatan Indonesia – Korea Utara (PPIK) mengunjungi Pyongyang, Korea Utara untuk menghadiri Konferensi Asia Pasifik Reunifikasi Damai Korea dan perayaan ulang tahun ke-70 Hari Pembebasan Korea.

Dari kunjungan itu, ada beberapa cerita ringan yang dikumpulkan, berikut kisahnya.

Siapa sangka Bengawan Solo karya Gesang akan dinyanyikan di Korea Utara. Sekalipun tidak dinyanyikan dalam acara resmi kenegaraan namun nyanyian itu akhirnya memecah kebisuan di tengah para delegasi yang pada saat itu dalam perjalanan pulang menuju Pyongyang dari Panmunjom, – kota perbatasan antara Korea Utara dan Korea Selatan.

Peristiwa itu terjadi di bus nomor 2 (dua) yang membawa delegasi antara lain dari Indonesia, Malaysia, Peru dan Filipina, Sabtu (15/8/2015).

Tidak hanya Bengawan Solo yang dinyanyikan tetapi juga Rasa Sayange, Caca Marica dan Burung Kakak Tua. Adalah Cong Ah Kow, anggota dari Perhimpunan Persahabatan Malaysia – Korea Utara, yang memulai memancing para penumpang bus nomor 2 (dua) untuk bernyanyi.

Dengan berbekal harmonika, Cong Ah Kow memulai memancing para anggota delegasi yang lain mulai bernyanyi.

Pada mulanya, Coh Ah Kow memecah kesunyian dengan memainkan lagu-lagu mandarin. Lantunan lagu-lagu itu cukup menghibur seluruh penumpang bus yang akan kembali ke Pyongyang dengan menempuh jarak 180 km.

Meskipun harus menempuh ratusan kilometer termasuk melewati 14 terowongan, perjalanan para delegasi dari Panmunjon menuju Pyongyang bak perjalanan darmawisata ketika harmonika dilantunkan dan seluruh penumpang bernyanyi.

Lagu-lagu Spanyol seperti Besame Mucho dan La Paloma adalah lagu-lagu lanjutan yang dimainkan oleh Cong Ah Kow menyusul lagu mandarin.

Lagu Spanyol yang dimainkan oleh sinshe kanker dari Malaysia itu disambut oleh Estuardo Martinez Perez, Ketua Perhimpunan Persahabatan Peru – Korea Utara yang langsung dengan suara lantang melantunkan syair-syair lagu-lagu tersebut.

Halaman
12
Editor: Robertus_Rimawan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help