TribunManado/

Sejarah Baru! Pemerintah Korut Memajukan 30 Menit Waktu Berlaku

Jika sebelum tanggal 15 Agustus 2015 waktu yang tadinya menunjukkan pukul 03.30 maka setelah tanggal 15 Agustus, waktu yang berlaku adalah 03.00.

Sejarah Baru! Pemerintah Korut Memajukan 30 Menit Waktu Berlaku
IST/PUTUT PRABANTORO
Tari massal para muda-mudi Korea Utara di Kim Il Sung Square, Pyongyang, dalam rangka memperingati ulang tahun ke-70 Hari Pembebasan Korea Utara, Kamis (15/8/2015). 

TRIBUNMANADO, PYONGYANG - Minggu (23/8/2015) lalu, dalam perayaan ulang tahun ke-70 Hari Pembebasan Korea Utara (Liberation Day), ada hal istimewa yang terjadi di Korea Utara.

Berdasarkan rilis yang diterima Tribun Manado, Pemerintah Pyongyang memajukan 30 menit waktu yang berlaku semula.

Sehingga, jika sebelum tanggal 15 Agustus 2015 waktu yang tadinya menunjukkan pukul 03.30 maka setelah tanggal 15 Agustus, waktu yang berlaku adalah 03.00.

Keputusan pemerintah Pyongyang ini dikatakan sebagai kembali ke sejarah waktu Korea sebelum masa pendudukan Jepang.

Sebelumnya pendudukan Jepang khususnya pada tahun 1910 hingga tahun 1945.

Pada waktu itu Korea Utara memiliki hitungan jam tersendiri yakni berada pada setengah jam setelah waktu China dan setengah jam sebelum waktu Jepang. Jika waktu China berada pukul 13.00, maka waktu Korea Utara adalah pukul 13.30 dan waktu Jepang adalah 14.00.

Dipercepatnya waktu Korea Utara sebanyak 30 menit adalah untuk kembali pada waktu asal negara tersebut sebelum pendudukan Jepang.

Perubahan waktu itu berlaku pada pukul 00.00 Waktu Korea Utara atau pukul 23.30 Waktu China dan pukul Jepang 00.30.

Perubahan waktu inilah yang kemudian menjadi diskusi hangat di meja makan antara, AM Putut Prabantoro, anggota Perhimpunan Persahabatan Indonesia – Korea Utara (PPIK) dan Rimmu Song, Liaison Officer (LO) dari Korea Utara.

Pada waktu itu, baik Putut Prabantoro dan Rimmu Song duduk di satu meja nomor 7 (tujuh) dalam perjamuan santap malam kehormatan pada Jumat (14/5/2015).

Halaman
123
Editor: Robertus_Rimawan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help