Uskup Manado Terkejut, Jokowi Akan Langsung Tanda Tangani

Uskup terkejut gembira dengan respon dari Presiden Joko Widodo setelah itu. Presiden, kata uskup langsung menanggapi.

Uskup Manado Terkejut, Jokowi Akan Langsung Tanda Tangani
NET
Uskup Manado Mgr Joseph Suwatan.

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Ungkapan "Dominus Vobiscum (Tuhan besertamu)" yang diungkapkan Uskup Manado, Mgr Joseph Suwatan MSC pada rapat pertama panitia Pertemuan Orang Muda Katolik se-Indonesia atau Indonesian Youth Day 2016 di Keuskupan Manado rupanya membuahkan rupa-rupa berkat dan peluang karena keyakinan iman. Dari pembicaraan enam mata Uskup Manado dengan Presiden Jokowi, Gubernur Sulawesi Utara Sinyo Harry Sarundajang saat "blusukan" di Puskesmas Talawaan, Kamis (28/5), presiden langsung menanggapi positif undangan kepada Paus Fransiskus, pemimpin tertinggi Gereja Katolik Roma.

Uskup mengatakan ia bersama presiden dan gubernur duduk di tenda depan puskesmas itu. Uskup mengatakan rencana kegiatan Indonesian Youth Day 2016 di Keuskupan Manado.

"Gubernur saat itu dengan antusias mengatakan bahwa Paus akan diundang. Tapi saya mengatakan undangan juga harus dari pemerintah Indonesia dalam hal ini Presiden Republik Indonesia," katanya.

Uskup terkejut gembira dengan respon dari Presiden Joko Widodo setelah itu. Presiden, kata uskup langsung menanggapi.

"Presiden mengatakan buat surat saja. Ia katanya akan langsung menandatangani," ujarnya.

Kegembiraan uskup belum berhenti sampai di situ. Pada Hari Raya Tritunggal
Maha kudus, Minggu, (31/5/2015), ia memberikan jubah rohani bagi calon imam diosesan di Pondok Emaus (tempat tahun rohani calon imam), Tateli.

"Hari ini hari terakhir kita berdevosi kepada Bunda Maria karena hubungan Maria dengan Yesus yang selama ini membantu Gereja. Tanggal 31 Mei ini juga tanggal profesi saya sebagai MSC (satu di antara kongregasi Katolik yang menjalankan misi)," katanya.

Profesi kaul (janji ketaatan, kemiskinan dan kemurnian) saat itu, kata uskup, "direkayasa". Kaul dilakukan bersamaan penerimaan jubah calon imam diosesan.

"Saya sudah 53 tahun yang lalu. Kalian baru pertama kali," ujarnya kepada 32 frater neotogati (penerima jubah/baju rohaniwan baru) dari keuskupan Manado dan Amboina.

Menurutnya, penerimaan jubah ini harus dilandasi doa kepada Yesus melalui bunda Maria sebab per Mariam Ad Jesum (melalui Maria kepada Yesus). Doa kepada Tritunggal maha kudus juga harus selalu dan senantiasa dilakukan.

Halaman
123
Penulis: David_Manewus
Editor: Robertus_Rimawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help