TribunManado/

Jangan Pakai Eyeliner di Kelopak Mata Bagian Dalam, Ini Alasannya

Memakai eyeliner di dalam kelopak mata membuat mata kita berkarakter dan terlihat berani.

Jangan Pakai Eyeliner di Kelopak Mata Bagian Dalam, Ini Alasannya
HUFFINGTONPOST
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Memakai eyeliner di dalam kelopak mata membuat mata kita berkarakter dan terlihat berani.

Sayangnya hal tersebut merupakan cara yang tidak sehat dan nyaman, terutama bagi pengguna lensa kontak atau menderita mata sensitif, serta mata kering.

Sebuah studi kecil yang diterbitkan baru-baru ini dalam jurnal Eye and Contact Lens Science and Clinical Practic, ditemukan bahwa ketika eyeliner diterapkan pada kelopak bagian dalam, glitter dan pigmentasi membuat mereka masuk ke lapisan pelindung bola mata.

Gliter dan pigmentasi yang masuk sebanyak 15 sampai 30 persen dibandingkan dengan eyeliner yang diterapkan di luar garis bulu mata.

Eyeliner yang diaplikasikan pada mata bagian dalam juga lebih cepat bermigrasi ke lapisan air mata lebih cepat dibandingkan dengan yang diaplikasikan di atas atau di bawah bulu mata. Glitter tidak akan berhenti masuk ke dalam lapisan tersebut sampai dua jam setelah pemakaian eyeliner.

Untuk mendokumentasikan migrasi eyeliner , Dr. Alison Ng dari Pusat Lensa Kontak Penelitian di Waterloo (sebelumnya dari Cardiff University di Wales) menggunakan video untuk menghitung dan kemudian membandingkan banyak partikel glitter berbeda yang bermigrasi ke mata setelah pemakaian eyeliner.

"Senyawa eyeliner seperti lilin atau minyak dapat mengiritasi mata sensitif yang mengakibatkan penglihatan menjadi kabur epanjang hari," kata Ng dalam jurnalnya.

Namun, penelitian ini tidak meneliti potensi infeksi bakteri untuk penggunaan eyeliner besama kosmetik tua secara bersamaan, meskipun sudah ada penelitan lain tentang ini.

Dia juga mencatat dalam studinya bahwa peserta semua Kaukasia, yang mungkin berarti bisa memiliki pola migrasi eyeliner yang berbeda dalam etnis lain dengan jenis kelopak yang berbeda.(huffington post)

Penulis: Rine Araro
Editor: Rine Araro
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help