Bantuan YPBSU Diduga Disalahgunakan Oknum Guru di Buyat

Bantuan YPBSU ke Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Buyat diduga disalahgunakan oleh oknum di sekolah tersebut.

Bantuan YPBSU Diduga Disalahgunakan Oknum Guru di Buyat
KOMPAS/HERU SRI KUMORO
Ilustrasi

TRIBUNMANADO.CO.ID, TUTUYAN - Bantuan Yayasan Pembangunan Berkelanjutan Sulawesi Utara (YPBSU) ke Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Buyat diduga disalahgunakan oleh oknum di sekolah tersebut.

Warga Buyat Irwanto Unonongo mengatakan bantuan tersebut diberikan yayasan kepada sekolah untuk dikelola. Pos bantuan salah satunya diberikan kepada siswa berprestasi dan membiayai ujian bagi siswa yang tak mampu.

"Ada orangtua mengadu, bahwa diminta pihak sekolah menandatangani kuitansi kosong sebanyak enam lembar. Sekitar Rp 300 ribu karena perlembar Rp 50 ribu. Ditambah Rp 250 ribu biaya ujian," kata aktivis anti Korupsi Boltim ini, pada Rabu (25/3)

Setelah ditelurusi dana untuk siswa berprestasi dan ekonomi kurang mampu tersebut dipinjam dan digunakan oleh oknum guru.

"Saya sudah telurusi total ada 64 siswa sekitar Rp 16 juta. Itu dipinjam oknum guru dan korban adalah siswa. Pihak sekolah harus pertanggungjawabkan ini," tegasnya.

Dia kuatir penyelewengan dana ini bisa berakibat fatal. Jika diketahui pihak yayasan dana abadi pasca tambang PT Newmont Minahasa Raya tersebut tak akan dialirkan lagi ke sekolah. "Kasihan itu bantuan kepada siswa miskin," ucapnya.

Kepala SMPN 1 Buyat, melalui Wakasek Umum, San Modeong saat dikonfirmasi membanta hal tersebut. Katanya dana tersebut disalurkan secara benar kepada siswa.

"Dana itu sudah tersalur secara benar, memang dananya untuk siswa. Tapi karena kami kuatir jika diserahkan kepada siswa hanya habis mereka gunakan. Lebih baik diserahkan ke orangtua langsung," bebernya.

Dia mengakui dana terrsebut diberikan kepada semua siswa sejak kelas 1 hingga kelas 3. Namun baru diserahkan secara akumulasi pada saat menamatkan siswa studi.

"Kita baru serahkan pada saat lulus agar menjadi dana bantuan bermanfaat saat mereka melanjutkan studi. Tapi dihitung sejak kelas satu. Hampir semuanya sudah mengambil dana bantuan. Mereka yang belum terima karena belum mengambilnya," terangnya.(tribun manado/aldi ponge)

Penulis: Aldi_Ponge
Editor: Rine Araro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved