Kata Pemerhati Ini Berbahaya Turunkan Penumpang tak di Dermaga

Kapal pesiar M/V L'Austral yang mengangkut awak kapal 143 orang dan penumpang 187 orang melanggar ketentuan keselamatan dalam menurunkan penumpang.

Kata Pemerhati Ini Berbahaya Turunkan Penumpang tak di Dermaga
TRIBUNMANADO/CHRISTIAN WAYONGKERE
Kapal kecil yang mengangkut penumpang dari kapal pesiar yang tak sandar di demarga pelabuhan Bitung. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG -  Kapal pesiar M/V L'Austral yang mengangkut awak kapal 143 orang dan penumpang 187 orang melanggar ketentuan keselamatan dalam menurunkan penumpang di dermaga Pelabuhan Samudera Bitung. Pasalnya kapal dengan panjang 180an meter hanya berlabu sekitar 1 Km dari dermaga kemudian menurunkan penumpangnya menggunakan dua unit Lifeboat.

"Ini sungat tidak safety, seharusnya para penumpang kapal pesiar taraf Internasional penumpangnya harus turun di dermaga," tutur Samsi Hima pemerhati Sosial Kemasyarakatan Bitung, saat menyaksikan kedatangan penumpang di pelabuhan Samudera Bitung, Senin (9/3) kemarin. Menurut sesuai dengan ketentuan undang-undang nomor 17 tahun 2008 tentang pelayaran setiap penumpang yang hendak turun dari kapal apalagi kapal pesiar Internasional harus di dermaga, sehingga melihat kondisi yang dilakukan kapal pesiar asal negara Perancis itu sangat membahayakan penumpang.

"Siapa yang bertanggung jawab jika terjadi apa-apa kepada para penumpang, apalagi rata-rata mereka yang turun dari kapal sudah berusia lanjut. Saya lihat melihat mereka nampak kesulitan saat keluar dari Lifeboat karena harus ke dermaga," urainya.

Kapal pesiar M/V L'Austral hendak menuju Malaysia dari Ambon singgah di Bitung, tidak sandar di Pelabuhan lewat informasi yang di peroleh dilapangan karena permintaan prinsipal dari pihak kapal untuk tidak sandar. Kapal tiba di Bitung sekitar pukul 6 pagi, telah melalui pemeriksaan dari Karantina kesehatan Pelabuhan dan Imigrasi Bitung.

Dari amatan Tribun Manado dibawah terik sinar mataahari yang menyengat para turis keluar dari kapal ke dua unit lifeboat, kemudian secara bergantian dibawa merapat ke dermaga Pelabuhan Samudera Bitung. Nampak awak kapal dan lifeboat harus membantu semua penumpang yang naik maupun turun karena space dari pintu keluar lifeboat ke dermaga tinggi, begitu juga dengan penumpang yang sudah berusia lanjut harus memerlukan tenaga ekstra untuk menaik turunkan penumpang.

SD Tampi Kabid Lalu lintas Angkutan Laut dan Kepelabuhanan Kantor kesyahbandaran dan otoritas pelabuhan (KSOP) Bitung menilai harusnya kapal yang menurunkan penumpang di dermaga pelabuhan. "Kalau angkut pemumpang harus sandar di dermaga karena untuk naik turunkan penumpang," tutur Tampi. Pihak kapal lewat agennya saat informasi ini di konfirmasi pihak KSOP tidak memperoleh informasi jika prosedur penurunan penumpang tidak di dermaga, apakah mereka berpikir tidak ada fasilitas untuk kegiatan naik turun penumpang. "Harusnya diinfo kepada kami agar kami tau, tidak diinfokan embarkasi seperti ini karena kalau seperti yang dilakukan kapal sangat berbahaya, contoh kalau di Pelabuhan Manado itu tidak bisa sandar," urainya

Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: Rine Araro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved