TribunManado/

Kata Pengamat soal Maraknya Kriminal Jalanan di Sulut

Pengamat hukum Sulawesi Utara, Rodrigo Elias menyebut maraknya street crime belakangan ini tak lepas dari peran orangtua.

Kata Pengamat soal Maraknya Kriminal Jalanan di Sulut
GRAFIS TRIBUNMANADO/YUDI NUGRAHA
Ilustrasi. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Pengamat hukum Sulawesi Utara, Rodrigo Elias menyebut maraknya street crime belakangan ini tak lepas dari peran orangtua. Pasalnya, para pelaku umumnya adalah anak di bawah umur.

"Tindak kriminal semacam ini, seperti tarkam, curanmor, begal motor, yang pelakunya didominasi anak di bawah umur tak lepas dari peran orangtua. Bagaimana para orangtua mengontrol perilaku anak - anak mereka," ujarnya Minggu (8/3/2015).

Elias menjelaskan, tarkam misalnya. Kejadian itu begitu dekat dengan jangkauan orangtua, apalagi terjadi di wilayah sendiri. Jika anak - anak melihat orangtua tak memberi contoh yang baik, itu pula yang memberi peluang bagi mereka untuk berlaku demikian.

"Yang jadi sekarang kan tarkam malah melibatkan orangtua dan anak. Dan itu sangat memprihatinkan. Sehingga jangan sepenuhnya menyalahkan sikap anak - anak. Orangtua juga harus memberi kompensasi pada anak - anak mereka," tuturnya.

Selain itu, kata dia, dewasa ini ladang untuk menyalurkan kreativitas anak - anak usia sekolah sudah sangat sedikit. Seperti kegiatan - kegiatan olahraga yang sekarang tak banyak lagi digelar.

"Dulu jelang perayaan 17 Agustus, banyak pertandingan olahraga di berbagai tempat. Pun demikian di hari biasa, lomba - lomba antar kelurahan atau club. Kegiatan seperti itu mengajarkan anak - anak tentang solidaritas," ucap Elias.

Ia begitu menyayangkan, kegiatan positif seperti itu tak lagi digelar. Pemerintah dalam hal ini dinas pendidikan pun sepertinya tak lagi memerhatikan hal itu. "Sekarang sekolah - sekolah jarang menggelar kegiatan - kegiatan positif yang membentuk karakter anak - anak. Sehingga tak heran jika mereka malah menghabiskan waktunya ke hal - hal negatif seperti yang sekarang ini," terangnya.

Untuk penangangan kasus street crime bagi penegak hukum, kata dia, kembali lagi ke profesionalitas mereka. Jika aparat benar - benar bekerja secara benar, paling tidak penanggulangan kriminalitas semacam itu akan memberi efek jera.

"Kita kembali lagi ke profesionalitas para penegak hukum. Jangan lagi ada tindak - tindak yang membuat masyarakat tak percaya lagi mereka. Apalagi memang stigma masyarakat pada para penegak hukum telah tercoreng," ujar Elias.

Penangangan hukum bagi anak - anak, ungkapnya, memang tak mudah. Karena harus berbenturan dengan Undang - undang perlindungan anak. Tapi, jika polisi tak menjalankan tugas dengan baik, itu adalah bentuk tindak kriminalitas.

"Peradilan anak beda dengan pengadilan umum. Jika polisi melanggar dan tak menanganinya dengan baik, itu adalah bentuk tindak kriminal. Dan di peradilan anak juga memberi pengajaran bagi anak - anak yang tersangkut hukum," tutur Elias.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulut, AKBP Wilson Damanik mengatakan pihaknya intens dalam menangani street crime belakangan ini. Saat ini pihaknya sedang melakukan operasi pekat Samrat dengan target memberantas hal - hal yang meresahkan masyarakat akhir - akhir ini.

"Dalam operasi pekat ini, target kita adalah menuntaskan kasus - kasus yang meresahkan akhir - akhir ini. Beberapa waktu lalu kita juga berhasil mengamankan pelaku begal motor. Juga jaringan - jaringan curanmor yang sebagian telah kita amankan," jelasnya.

Dikatakannya, pihaknya tetap pada komitmen memberantas semua kasus kriminalitas yang meresahkan. Apalagi tahun ini pihaknya menargetkan untuk meningkatkan kualitas penanganan dan pencegahan berbagai kasus. "Kita tetap pada komitmen memberantas semua kasus yang terjadi," pungkasnya. (tribunmanado/finneke wolajan)

Ikuti berita-berita terbaru di tribunmanado.co.id yang senantiasa menyajikan secara lengkap berita-berita nasional, olah raga maupun berita-berita Manado online.

Penulis: Finneke_Wolajan
Editor: Robertus_Rimawan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help