Masa Penantian Natal, Ini Surat Uskup Manado untuk Umat Katolik

Umat Nasrani memasuki masa penantian Natal. Inilah isi surat dari Uskup Manado Mgr. Josef Suwatan, MSC bagi seluruh umat Katolik.

Masa Penantian Natal, Ini Surat Uskup Manado untuk Umat Katolik
NET
Uskup Manado Mgr Joseph Suwatan.

Laporan Wartawan Tribun Manado, David Maneus

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Umat Nasrani memasuki masa penantian Natal.  Inilah isi surat dari Uskup Manado Mgr. Josef Suwatan, MSC bagi seluruh umat Katolik.

Hari Minggu, tanggal 30 November 2014, kita memasuki tahun liturgi yang baru. Tahun liturgi dimulai dengan Masa Adven, yang merupakan masa penantian, atau masa persiapan menyambut hari raya natal, yaitu perayaan kelahiran Tuhan Yesus. Persiapan itu diarahkan kepada persiapan batin, yaitu: kesiapan hati untuk menyambut Kanak-Kanak Yesus dalam hati dan dalam hidup beriman. Kegiatan-kegiatan ini merupakan jawaban kita terhadap ajakan Yohanes Pembabtis: "persiapkanlah jalan bagi Tuhan!" (Luk 3:4).

Baiklah, kita menempatkan dirinya sebagai murid untuk belajar dari para tokoh yang berperan dalam persiapan kelahiran Yesus. Mereka adalah Maria dan Yusuf. Secara umum, baiknya diyakini bahwa yang sangat dibutuhkan adalah kesiapan hati untuk menerima kehadiran Yesus sebagai kabar baik. Dalam konteks itu, Maria dipersiapkan lewat kunjungan malaikat Gabriel. Malaikat menjumpai Maria dan menyapanya: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau" (Lukas 1:28).

Maria menerima kabar baik itu dalam keheningan. Kemudian diperjelas lagi oleh malaikat: "engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus" (Lukas 1:31). Sesudah melewati pemenungan penuh makna, Maria akhirnya sampai pada sikap iman sambil berseru: "Aku ini adalah hamba Tuhan, jadilah padaku menurut perkataanmu itu" (Lukas 1:38). Ada kabar baik sampai kepada Maria, dan Maria menerima kabar baik itu. Selanjutnya Maria siap menjadi pewarta kabar baik.

Dengan sukacita Maria keluar untuk menjumpai Elizabet saudarinya, untuk mewartakan kabar baik ini kepadanya. Dengan demikian penyebaran kabar baik semakin luas jangkauannya. Dan "Elizabethpun penuh dengan Roh kudus, lalu berseru dengan suara nyaring: (...) Siapakah aku ini, sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?" (Lukas 1:43),"

Begitulah juga dengan Yusuf menurut. Yusuf membutuhkan persiapan untuk dapat menerima kabar baik ini melalui perjumpaan dengan malaikat Tuhan. Pada awal mula ada rencana Yusuf untuk: "menceraikan Maria dengan diam-diam" (Matius 1:19). Yusuf memiliki alasan untuk rencana ini: dia tidak menghendaki ada kabar buruk.

Sementara memikirkan rencana ini, datanglah malaikat Tuhan membawa kabar baik kepada Yusuf: "jangalah engkau takut membawa Maria sebagai istrimu" (Matius 1:20). Mendapatkan pencerahan dari malaikat, Yusuf taat dan "berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai istrinya" (Matius 1:24). Ada kabar baik sampai kepada Yusuf dan Yusuf menerima kabar baik itu. Selanjutnya Yusuf siap menjadi pewarta kabar baik itu.

Kesiapan Maria dan Yusuf sungguh menghadirkan kabar baik itu, yaitu: Yesus yang lahir di kandang Betlehem itu. Dalam perjalanan menuju tempat kelahiran Yesus, ditampilkan juga kelompok orang yang tidak siap menerima kabar baik itu. Mereka tidak bersedia menerima anak Yesus yang"dibungkus dengan lampin dan dibaringkan dalam palungan" (Lukas 2:7). Sungguh kelahiran Yesus adalah peristiwa yang menjadi kabar baik bagi semua orang. Kabar baik itu mengundang para gembala dan para majus untuk datang berjumpa dengan si kabar baik itu sendiri.

Dan pada waktunya para gembala pulang dengan keberanian karena sudah diteguhkan oleh kabar baik itu. "Kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah" (Lukas 2:20). Begitulah juga para majus atau tiga raja dari Timur pulang dengan penuh sukacita karena sudah berjumpa dengan kabar baik itu. Kita berharap bahwa kitapun
ada di antara mereka yang menerima kabar baik dan bukan yang menolaknya. Karena itulah, kitapun diajak untuk mengisi masa adven ini, sebagai masa persiapan, dengan sebaik-baiknya.

Halaman
12
Penulis: David_Manewus
Editor: Fransiska_Noel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help