Renungan Minggu

Jangan Lupakan Hukum Cinta Kasih

Beberapa waktu lalu sekelompok aktivis Front Pembela Islam (FPI) berdemo menentang pelantikan Ahok menjadi gubernur Jakarta.

Jangan Lupakan Hukum Cinta Kasih
net
Ilustrasi

Pastor Agustinus Sumaraw
(Vikep Kevikepan Tonsea dan
Pastor Paroki Santo Paulus Lembean)

TRIBUNMANADO.CO.ID - Beberapa waktu lalu sekelompok aktivis Front Pembela Islam (FPI) berdemo menentang pelantikan Ahok menjadi gubernur Jakarta. Para pendemo yakin mereka telah melakukan sesuatu yang benar. Namun ada pihak lain juga menganggap kelompok ini melakukan hanya untuk mengacau, dan melawan hukum positif di dalam negara atau masyarakat.

Umat terkasih, menjadi penganut agama yang baik dan menjadi warga negara/masyarakat yang baik sepertinya tidak selalu sejalan dan searah.

Dalam konteks kristiani, sering terdapat kelompok sempalan yang mengajak umatnya untuk tidak usah tunduk kepada pemerintah bahkan ada yang cenderung ekstrem mengutamakan sabda dan doa tapi lupa melayani sesama dan terlibat dalam masyarakat.

Bacaan pertama dan injil yang dibacakan di semua gereja Katolik se-dunia hari ini mencoba membantu kita untuk melihat bagaimana seharusnya kita hidup menjadi warga negara dan masyarakat yang baik sekaligus penganut agama yang takwa.

Di Injil kita mendengar bagaimana kaum Farisi yang mau menjebak Yesus agar bisa ditangkap mengajukan pertanyaan tajam."Bolehkah membayar pajak kepada kaisar?"
Kalau Yesus menjawab ya (boleh), berarti taat kepada penjajah, Dia dianggap pengkhianat dan langsung ditangkap. Kalau Yesus menjawab tidak (boleh), Yesus bersalah karena Ia memberontak terhadap penjajah dan bisa ditangkap. Tapi Yesus tahu benar akal bulus mereka. Yesus meminta uang yang dipakai untuk membayar pajak itu. Ia balik memberikan pertanyaan tajam.

"Gambar dan tulisan siapa ini?" Jawab mereka: "Gambar dan tulisan kaisar".

Maka meluncurlah dari mulut Yesus kata-kata bijak: "Berikanlah kepada kaisar yang menjadi hak kaisar dan berikanlah kepada Allah yang menjadi hak Allah"
Kelihatannya Yesus memberikan jawaban diplomatis dan seimbang. Kaum Farisi tidak mampu beraksi lagi. Mereka merasa kalah. Jebakan mereka tak mempan. Mereka pasti jengkel tapi diam saja.

Umat terkasih, jawaban Yesus kedengarannya biasa-biasa saja. Padahal jawaban dan terutama pertanyaan "Gambar dan tulisan siapa ini" amat kritis. Itu berisi gugatan bahkan serangan balik yang amat keras dari Yesus bagi Farisi yang munafik.

Mereka menganggap diri nabi, mengaku diri pemimpin yang  tahu semua aturan agama, juga  penjaga hukum Musa tapi ternyata mereka menyimpan dan memakai mata uang orang kafir.

Halaman
12
Editor: Fransiska_Noel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help