TribunManado/

Legislator Keluhkan LPSE Pemprov Sulut Lambat

Sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) dan Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menuai keluhan.

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) dan Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menuai keluhan.

Sherpa Manembu, Anggota DPRD Sulut mengatakan, dalam rapat komisi beberapa waktu lalu ditemui, LPSE dan ULP malah lama memproses pengajuan penawaran barang/jasa.
"Hasilnya tidak sesuai harapan," katanya.

Sistemnya sebenarnya bagus, hanya saja tidak didukung perangkat memadai, keterlambatan proses di LPSE dan ULP malah menimbulkan efek domino, penyerapan anggaran jadi terhambat, sedangkan proyek fisik terlambat dikerjakan.

"Hasilnya lambat terus. Kelihatan dirapat EPPA (evaluasi) selalu tidak sesuai diharapkan," kata dia.

Harus ada perubahan ke depannya, karena sistem elektronik seharusnya mempercepat bukan memperlambat.

Sekprov Sulut Siswa Rachmat Mokodongan, mengungkapkan soal keluhan LPSE dan ULP akan ditindaklanjuti segera.

Rencananya kapasitas server akan ditingkatkan menjadi 8 gigabyte. Keterlambatan terjadi kata Sekprov karena input masuk ke layanan tersebut berasal dari 15 kabupaten/kota
"Kita sudah siapkan anggaran untuk tingkatkan kapasitas," sebut dia. (ryo)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Fransiska_Noel
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help