Warga Buyungon Minsel Terpaksa Beli Isi Ulang

Pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Minahasa Selatan kembali mendapat sorotan warga.

Warga Buyungon Minsel Terpaksa Beli Isi Ulang
ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID, AMURANG - Pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Minahasa Selatan kembali mendapat sorotan warga. Maxi Mandagi warga Kelurahan Buyungon Kecamaatan Amurang menyesalkan air dari PDAM ini keruh dan berbau kaporit.
"Sudah beberapa Direktur Pimpinan PDAM Minsel diganti, tetap saja air PDAM di Kelurahan Buyungon tidak pernah jernih. Ini sudah berlangsung selama hampir lima tahun," ucapnya Rabu (30/7).

Diutarakannya karena kejadian tersebut ia dan keluargannya memasak air menggunakan layanan air isi ulang. "Begitu juga dengan air minum saya gunakan air isi ulang," ucapnya.
Pria yang kesehariannya bekerja sebagai buruh ini mengungkapkan justru air dari sumber mata air sumur lebih Jernih dan bersih "Kadang kala saya memasak pakai air sumur." katanya.

Dia juga mengunakan air tersebut hanya untuk mandi. "Air itu kita pakai hanya mandi, cuci piring dan pakaian, kalau memasak nasi dan memasak air saya membeli air isi ulang," tuturnya.
Hal sama juga dialami Jhon warga Buyungon. Ia mengatakan sehabis mandi atau berbilas  , ia langsung menaburi badannya dengan bedak."Soalnya kalau nda pakai bedak rasanya badan terasa gatal-gatal," ucapnya.

Dia berharap pihak PDAM Minsel memperhatikan hal ini. Karena baginya air merupakan sumber kehidupan dan kebutuhan setiap orang dan setiap Keluarga. Jhon mempertanyakan, apakah sumber mata air yang dari Pinaling bisa didistribusikan ke Kelurahan Buyungon. "Kan air dari Pinaling kualitasnya cukup bagus, apakah bisa masuk ke warga Buyungon," imbuhnya.

Sementara itu Ketika dikonfirmasi ke Dirut PDAM Minsel, Jhon Sorongan menampik hal tersebut, Kamis (31/7). Menurutnya air di Desa Kilotiga bukan dari layanan PDAM Minsel. "Itu bukan dari kami tapi warga desa di sana memakai proyek air desa yang dicanangkan beberapa waktu lalu," ucapnya singkat. *

Penulis: Andrew_Pattymahu
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help