Ada Segudang Prestasi Don Bosco

Di tahun 1950 lahirlah Algemene Middelbar School yang kemudian dalam perjalanannya berubah nama menjadi SMA Frater Don Bosco Manado.

Ada Segudang Prestasi Don Bosco
NET
Siswa-siswi SMA katolik Frater Don Bosco Manado 

oleh Ferdinand Ranti

TRIBUNMANADO.CO.ID - Di tahun 1950 lahirlah Algemene Middelbar School yang kemudian dalam perjalanannya berubah nama menjadi SMA Frater Don Bosco Manado. Pemerintah mengakui Status Sekolah ini dengan mengeluarkan SK Nomor : II tanggal 28 Januari 1951.

SMA Frater Don Bosco yang berada di  Jalan WR Soepratman Kota Manado selalu menelorkan 100 persen kelulusan siswa dan siswi terbaik, dan terbukti tahun ajaran 2013/2014 sekolah unggulan itu meluluskan 194 siswa.

Sekolah yang memiliki dua tingkat itu tampak bersih dan indah, sesuai dengan motto Beriman, berilmu dan bersaudara, siswa maupun tenaga pengajar di dalamnya memiliki pengetahuan yang berintelektual dan tali persaudaraannya sangat erat.

Dikatakan Kepala Sekolah Fr Paulus Leo Leu, setiap siswa yang masuk di sekolah itu selalu melebihi dari yang telah ditentukan.

"Tahun ajaran 2014/2015 kami akan menerima 200 siswa, para calon siswa akan diseleksi," kata Paulus seraya menambahkan, tenaga pengajar yang terdaftar yakni 30 guru dan 9 pegawai.

Dikatakan Paulus, tenaga pengajar yang mengajar semuanya profesional dan disiplin yang paling diutamakan dalam rumah pendidikan.

Segala prestasi banyak diraih oleh para siswa yang menimbah ilmu di situ, pada 24 Mei 2014 para siswa mengikuti ajang kompetisi lomba robot dan berhasil meraih Best Design Line Follower kategori Mikro APSIFEST.

Bukan hanya itu, prestasi lain yang diraih antara lain, Juara Pidato Bahasa Inggris,  Juara 1 Kompetisi Basket, Juara 1 Pacu GBiologi SMA, juara 1 Pasangan Brige National Student, Juara 1 Dance Competition, Juara 1 Karya Tulis dan Juara PMR tingkat Pelajar Kota Manado.

Adapun ekstrakulikuler dari sekolah unggulan itu yakni basket, futsal, dance, paduan suara, volly, pencak silat THS/THM, robotik, kolintang, PMR dan Pramuka.

Jiwa sosial juga diajarkan kepada para siswa dan sudah menjadi jadwal untuk memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan seperti pada saat bencana alam para siswa turut berpartisipasi membersihkan permukiman warga serta memberikan bantuan sosial kepada mereka yang membutuhkan di panti asuhan.

Pada 2013, mata pelajaran prakarya semakin dimantapkan. Seorang guru, Nova Pankey memberi contoh soal daur ulang sampah menjadi vas bunga.

"kami membuat hasil dari daur ulang dan pada saat pameran banyak yang membeli hasil daur ulang hasil kreasi anak-anak seperti vas bunga, tempat tisu serta boneka," ungkapnya.

Penulis: Ferdinand_Ranti
Editor: Fransiska_Noel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved