TribunManado/

Menjelajahi Pesona Eksotis Pulau Bongkil

Pulau-pulau kecil di Sulawesi Utara (Sulut) bak menyimpan harta terpendam.

Menjelajahi Pesona Eksotis Pulau Bongkil
NET
Pesona eksotis pantai di Pulau Bongkil

oleh Rahman Rahim

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pulau-pulau kecil di Sulawesi Utara (Sulut) bak menyimpan harta terpendam. Beragam potensi dapat digali di pulau-pulau tersebut. Seperti halnya dengan Pulau Bongkil di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut).

Saya berkesempatan mengunjungi Pulau Bongkil, Rabu (28/5/2014) lalu. Ini merupakan kali pertama saya mengunjungi pulau yang berada di perbatasan Provinsi Sulut dan Provinsi Gorontalo. Pengalaman yang membuat saya ingin mengulanginya lagi berkali-kali.

Matahari sudah berada sepenggalan dari batas cakrawala, saat perahu katinting yang kami tumpangi mulai bergerak  menuju Pulau Bongkil. Perahu yang mengunakan mesin 15 PK itu ditumpangi oleh empat orang, termasuk dua pemandu, Yusuf dan Anto.

Pulau yang biasa disebut Bangkit ini bisa dicapai menggunakan juga perahu motor dari Desa Sidupa atau dari Boroko. Jarak dari Boroko ke pulau tersebut sekitar 13 kilometer, sedangkan bila dari Desa Sidupa jaraknya kurang lebih 11 kilometer.

Kami memilih berangkat dari Boroko. Ombak menerpa perahu kami secara bergelombang. Kendati ombak kecil, tak urung membuat perahu kami bergoyang. Namun udara yang hangat, langit yang cerah dan harapan untuk melihat keelokan Pulau Bongkil membuat kami abai dengan terpaan ombak.

Boroko perlahan semakin menjauh. Karang-karang yang menjulang kami lewati. Hanya sekitar satu setengah jam kemudian, Pulau Bongkil terlihat kian membesar. Kian dekat mendekati pantai, air laut nampak sangat biru dan jernih. Selintas dapat melihat keindahan karang-karang yang berada di bawah laut.

Kian dekat ke bibir pantai, kami melihat perahu-perahu para nelayan tertambat. Hamparan pasir putih dan karang menyambut kedatangan kami. Beberapa meter saja dari bibir pantai, ragam pepohonan terlihat. Cemara, pinus dan ketapang tampak berkelindan.  Terlihat juga beberapa burung.

Rasa lelah setelah perjalanan terasa hilang setelah berada di pulau ini. Terasa tenang. Pantai di pulau ini umumnya berupa pantai berbatu karang. Namun, pasir putih juga tampak menyelingi batuan karang menambah pesona pulau ini.

Kami sempat berbincang-bincang dengan para nelayan yang sedang menambatkan perahunya di Pulau Bongkil. Setelah itu, kami pun mencoba menelusuri pulau yang memiliki panjang 442 meter dan lebar 275.42 meter ini. Tak terasa , kami sudah berada lebih lima jam menjelajah pulau ini. 

Penulis: Edi_Sukasah
Editor: Fransiska_Noel
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help