• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 23 Oktober 2014
Tribun Manado

Prabowo Baca Puisi untuk Lawan Politiknya

Minggu, 23 Maret 2014 16:29 WITA
Prabowo Baca Puisi untuk Lawan Politiknya
kompas.com

TRIBUNMANADO.CO.ID - Ketua Dewan Pembina sekaligus bakal calon presiden Partai Gerindra Prabowo Subianto kembali menyindir bakal calon presiden dari PDI Perjuangan, Joko Widodo atau Jokowi. Kali ini, Prabowo membuatkan sebuah sajak kepada Jokowi.

"Ada seorang tokoh politik yang bikin statement yang kemarin saya baca di koran. Dia mengatakan jangan saling menjelek-jelekkan. Saya setuju menjelek-jelekkan orang itu tidak baik," kata Prabowo saat menyampaikan orasi politiknya di Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (23/3/2014).

Prabowo mengatakan, orang tersebut telah mengajarkan berpolitik santun kepadanya. Menanggapi hal tersebut, mantan Danjen Kopassus ini mengatakan, hal itu aneh sehingga akhirnya dirinya membuatkan sebuah sajak yang ia beri judul "Asal Santun".

"Kalian mau dengar? Sajak saya menjawab orang itu," ujarnya kepada para pendukungnya.

Berikut ini sajak yang dibuat oleh bekas Panglima Kostrad itu:

Boleh Bohong Asal Santun,
Boleh Mencuri Asal Santun
Boleh Korupsi Asal Santun,
Boleh Khianat Asal Santun
Boleh Khianat Asal Santun,
Boleh Ingkar Janji Asal Santun
Boleh Jual Negeri Asal Santun,
Boleh Menyerahkan Kedaulatan Negara Kepada Asing Asal Santun.

Prabowo melihat pernyataan tokoh tersebut sebagai lahirnya sebuah budaya politik baru yang ia sebut budaya politik "boleh bohong". Padahal, kata dia, hampir semua orang selalu diajarkan untuk berkata jujur.

"Ini budaya baik atau tidak baik? Saudara mau dipimpin pemimpin-pemimpin semacam itu," tanyanya kepada para kader dan simpatisan Partai Gerindra.

Sebelumnya, Jokowi meminta agar lawan politiknya bersaing secara santun dengan tidak saling ejek maupun menyerang secara politik. Jokowi mengajak para pesaingnya beradu gagasan atas persoalan di Indonesia.

Jokowi mengatakan, salah satu serangan yang ditujukan kepadanya adalah ketika ia dituding berbohong karena tidak memenuhi janji menuntaskan tugas gubernur selama lima tahun. Jokowi menganggap tudingan itu sebagai hal yang biasa.

Editor: Ribut_Raharja
Sumber: Kompas.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
763004 articles 8 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas