• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 31 Oktober 2014
Tribun Manado

Pemprov Jatim dan TNI Rehabilitasi Rumah Korban Kelud

Sabtu, 22 Februari 2014 23:18 WITA
Pemprov Jatim dan TNI Rehabilitasi Rumah Korban Kelud
KOMPAS IMAGES/VITALIS YOGI TRISNA
Lahar hujan menerjang sekitar Desa Pandansari, Ngantang, Malang, Jawa Timur, 18 Februari 2014. Menurut BMKG, banjir lahar hujan ini mengalirkan 105 juta meter kubik material Gunung Kelud yang mengancam 28 desa di Kabupaten Blitar dan 6 desa di Kabupaten Kediri. 

TRIBUNMANADO.CO.ID- Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama dengan jajaran TNI merehabilitasi bangunan rumah bagi korban erupsi gunung kelud dengan target penyelesaian selama dua pekan atau sebelum tanggal 9 Maret 2014.

Gubernur Jawa Timur Soekarwo, di Surabaya, Sabtu, mengatakan, rumah yang akan direhabilitasi nantinya ada di 3 kabupaten dan satu kota yang terkena dampak erupsi gunung kelud.

"Lokasi yang akan direhabilitasi tersebut masing-masing berada di Kabupaten Kediri, Kabupataen Blitar, Kabupaten Malang dan Kota Batu," katanya.

Ia mengemukakan, nantinya akan ada sebanyak 5.987 personel TNI dan Polri yang akan membantu rehabilitasi maisng-masing dari TNI sebanyak 4 ribu personel dan polisi sejumlah 1.987 personel.

"Jumlah keseluruhan rumah warga korban letusan Gunung Kelud yang akan diperbaiki mencapai 8.595 rumah, di antaranya 2207 rusak ringan, 2093 rusak sedang, dan 4295 rusak berat," katanya.

Ia mengatakan, untuk proses perbaikan rumah akan dilakukan dengan melihat dinamika di lapangan seperti jika tidak ada genteng atau sulit mendapatkan genteng akan digunakan asbes.

"Tapi kalau masih ada genteng yang bisa digunakan yang digabung dari genteng yang tidak rusak untuk dijadikan atap sementara," kata dia.

Ia mengatakan, untuk data terakhir jumlah pengungsi korban letusan Gunung Kelud, yang masih ada sampai sekarang mencapai 8026 jiwa yang menempati posko di Kabupaten Kediri, Malang, Jombang dan Kota Batu.

"Jumlah pengungsi dari data terbaru sore ini sejumlah 8.026 jiwa yang terbagi di Kabupaten Kediri sejumlah 7.109, Kota Batu 44 jiwa, Kabupaten Malang 621 dan Kabupaten Jombang 252 jiwa," katanya

Sementara itu, Wakil Gubernur Jatim Saifulah Yusuf mengatakan, di samping bantuan makanan, saat ini yang terpenting ada tiga hal pokok yang harus ditangani yakni rumah, air bersih dan kebutuhan listrik.

Apabila hal tersebut sudah terpenuhi maka akan direncanakan oleh pak gubernur untuk memberikan solusi bagi lahan pertanian, perkebunan, peternakan dan kelautan yang terikena dampak erupsi Gunung Kelud.

"Perbaikan rumah dan sekolah, kecukupan air bersih dan listrik didahulukan. Sehingga pengungsi dapat kembali ke rumahnya seperti sediakala,"katanya.

Pemenuhan kebutuhan air bersih, kata dia, akan didatangkan truk tangki air dan pembuatan serta membersihkan sumur dari abu atau kotoran erupsi Gunung Kelud.

"Kebutuhan listrik saat ini, dari total 25.114 pelanggan sudah ada 24.057 pelanggan yang listriknya diperbaiki. Jadi masih kurang 957 pelanggan akan segera diperbaiki," katanya.

Selain itu, kata dia, Pemprov Jatim juga akan membantu kebutuhan hidup pengungsi selama tiga bulan dengan memberikan 30 kg beras untuk masing-masing keluarga.

"Intinya kami selama dua minggu akan bekerja keras untuk merehabilitasi kebutuhan tersebut. Diharapkan setelah ada rehabilitasi kehidupan dapat kembali normal," ujarnya.(antara)

Editor: Dion_Putra
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas