Bencana di Sulut
Warga Tanjung Batu Mulai Bersih-Bersih
Serakan puing, sampah, dan tumpukan lumpur mewarnai sepanjang jalan Sam Ratulangi.
Penulis: Fransiska_Noel | Editor: Andrew_Pattymahu
TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO - Banjir bandang yang melanda Manado, Rabu (16/1/2014) selain mengakibatkan belasan korban jiwa, puluhan hilang, dan puluhan ribu warga mengungsi, juga menyisakan tumpukan puing dan sampah berserakan di beberapa titik di kota Manado.
Pantauan Tribun Manado, Kamis (16/1), serakan puing, sampah, dan tumpukan lumpur mewarnai sepanjang jalan Sam Ratulangi, khususnya yang melintasi kawasan kelurahan Tanjung Batu kecamatan Wanea.
Alhasil, sejumlah pengendara kendaraan bermotor yang melintas kawasan ini harus ekstra hati-hati agar tidak tergelincir licinnya lumpur.
Sejumlah pemilik toko, warga, dan staf beberapa kantor di sepanjang kawasan ini juga mulai sibuk membersihkan sisa air, tumpukan lumpur, dan puing yang terbawa banjir bandang.
Selain di Tanjung Batu, tumpukan sampah juga terpantau di sekitar kelurahan Titiwungen Selatan kecamatan Sario Manado.
Lokasi ini juga menjadi salah satu titik terparah akibat terjangan banjir bandang, Rabu (16/1).
Pemandangan menarik terlihat di jembatan Sario Manado. Tumpukan sampah berbagai jenis, puing, dan ranting pohon menumpuk dan berserakan di jalan.
Sejak Rabu kemarin, akses jalan yang melalui kawasan ini menuju ke arah lapangan KONI Sario Manado sudah ditutup.
Satu alat eskavator juga terlihat di parkir di samping jembatan, usai mengeruk berkubik-kubik sampah yang terbawa air sungai yang meluap saat banjir bandang.
Pemandangan ini menarik perhatian warga yang datang untuk melihat dari dekat dan mengabadikan foto kondisi kerusakan yang diakibatkan banjir bandang.
Untuk memudahkan pengerukan sampah, pagar pembatas jembatan Sario sengaja dicopot oleh warga di sekitar lokasi ini.
Hingga Kamis siang, tumpukan sampah di lokasi belum juga diangkut petugas kebersihan Kota Manado. (ika)